Pipa PDAM Surya Sembada Surabaya di Jembatan MERR Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Rungkut, Surabaya, bocor, Rabu (29/4) sore. Akibatnya, air menyembur hingga ke badan jalan.
Pipa berwarna biru tersebut menyemburkan air. Trotoar di sekitar letak basah terkena semburan air itu.
Lalu lintas di Jalan Ir Soekarno terpantau ramai lancar. Para pengendara tampak menghindari sekitar letak agar tak terkena cipratan air.
Manajer Tata Usaha dan Humas PDAM Surabaya, Luis Andilun Gatu, mengatakan pipa dengan ukuran 1.000 milimeter tersebut telah berumur sekitar 36 tahun.
Dari pengecekan petugas sementara, terjadi penurunan tanah di sungai Jembatan MERR. Sehingga, perihal itu menimbulkan perubahan struktur pipa.
"Jadi jembatan kami itu terlihat satu sisi ada nan melengkung artinya ini merupakan teknis. Teknis lantaran berada di pinggir sungai adanya perbedaan elevasi turun. Sehingga pipa kami nan harusnya lurus dia jatuh ketika pas terlihat pas sambungan las disambungan las kayak itu," ujar Luis di lokasi, Rabu (29/4).
Akibatnya, kata Luis, sambungan antar pipa tersebut bocor dan menyemburkan air nan keluar dari sela-sela sambungan pipa.
"Karena sisi sisi utara ya. Sisi utara turun. Jadi terlihat jika teman-teman lihat di samping jembatan ini kan plengsengan kan pada turun semua ya nah, itu. Itu murni masalah teknis tanah," ucapnya.
Luis menyampaikan, petugas saat ini berupaya untuk menekan alias menutup pipa nan bocor tersebut agar tidak mengganggu pengguna jalan.
"Nah, ini kami sedang mencari nan tercepat seperti nan kemarin tidak mematikan aliran. Kita kelak di gabbing alias diberi begel," katanya.
Dengan adanya kebocoran ini, sejumlah wilayah nan teraliri air PDAM terdampak. Khususnya di wilayah Surabaya utara ialah Bulak Banteng, Kenjeran, Rungkut, dan lainnya.
"Mengecil (debit air) bisa mengecil. Karena pompa kami nan harusnya jalan dua kita kurangi jadi satu pompa. Nah ini teman-teman berupaya agar tidak mengurangi juga. Artinya penduduk tetap mendapatkan air meski kecil," ucapnya.
Petugas PDAM sekarang tetap berupaya untuk memperbaiki kebocoran pipa tersebut. Mereka tetap memperhitungkan pengelasan di sisi pipa nan bocor agar tidak menutup penuh aliran air PDAM.
"Ini kami belum bisa menyampaikan nan detail, tapi berupaya. Artinya, teman-teman bekerja 24 jam ketika seperti ini. Artinya, jika kondisi seperti ini kita memasuki kondisi nan emergensi bagi kami," katanya.
"Lah ini, ini kita sedang berhitung, Kira-kira konsentrasi kami adalah pengguna sampai tidak apa tidak matilah. Kami sedang berbilang juga. nan paling krusial pelayanan kami enggak mati. Kamu bisa berhitung, kami berambisi tidak meninggal sebenarnya. Hanya mengurangi debit kecil," imbuhnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat nan terdampak bisa mengadu ke jasa PDAM.
"Jadi, penduduk nan kira-kira tidak mendapatkan air sama sekali, monggo bisa mengadu ke jasa PDAM melalui aplikasi alias WA kami di kanal media sosial. Kalau nan tidak mendapatkan air bisa kontak, kita kirim tangki gratis," katanya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·