RS Polri Minta Keluarga Datang ke Posko Korban Tragedi Argo Bromo-KRL

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur meminta family korban kecelakaan maut antara kereta KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur untuk melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI).

"Kami sudah siapkan posko untuk family korban. Di sana bakal dilakukan pengumpulan info sebelum kematian (ante mortem) untuk kepentingan identifikasi," kata Kepala Biro Kedokteran Polisi (Karo Dokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nyoman menyebut posko ini untuk membantu proses identifikasi korban kecelakaan nan terjadi pada Senin (27/4) malam.

"Kami fasilitasi family korban nan merasa kehilangan personil keluarganya pascakecelakaan nan terjadi pada Senin (27/4) malam," ujar Nyoman.

Selain itu, info ante mortem nan dikumpulkan meliputi info medis, ciri-ciri fisik, hingga peralatan pribadi milik korban. Data tersebut nantinya bakal dicocokkan dengan hasil pemeriksaan sesudah kematian (post mortem) terhadap jenazah nan telah dievakuasi.

Hingga saat ini, sebanyak 10 kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun, seluruh korban tetap belum dapat diidentifikasi lantaran proses pemeriksaan tetap berlangsung.

"Seluruh kantong jenazah tetap dalam tahap pemeriksaan. Identitas korban belum diketahui dan bakal kami pastikan melalui proses rekonsiliasi data," jelas Nyoman.

Nyoman menambahkan tim campuran di letak kejadian perkara (TKP) tetap melakukan penyisiran untuk memastikan jumlah korban. Proses ini dinilai krusial untuk mendapatkan info nan jeli mengenai akibat kecelakaan.

Sementara itu, korban luka-luka tidak dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, melainkan langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis.

"Untuk korban luka, semuanya ditangani di rumah sakit sekitar Bekasi," kata Nyoman.

Hingga kini, belum ada jenazah nan diambil oleh family lantaran seluruhnya tetap menunggu proses identifikasi selesai. Polisi memastikan proses tersebut bakal dilakukan secara ahli dan sesuai prosedur nan berlaku.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut korban meninggal bumi atas kejadian tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam bertambah.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan berasas info terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.

Korban meninggal bumi telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di beragam akomodasi kesehatan.

(fra/antara/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional