Riset: 1 dari 2 Orang dengan Screen Time Medsos di Atas 4 Jam Sulit Konsentrasi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ilustrasi kecanduan sosial media. Foto: Shutter stock

Setiap orang mempunyai screen time nan berbeda-beda, tergantung masing-masing kebutuhannya. Screen time sendiri merupakan lama alias waktu nan dihabiskan seseorang untuk menatap layar gadget nan dimilikinya.

Namun, screen time yang berlebihan juga tidak baik lantaran dapat mempengaruhi attention span. Attention span atau rentang perhatian merupakan jumlah waktu nan dihabiskan seseorang untuk konsentrasi pada satu tugas alias aktivitas tanpa terdistraksi. Di era digital, attention span sering menurun akibat multitasking dan paparan konten video pendek.

Kheisya (17), salah satu siswa di SMAN 95 Jakarta, merasa bahwa attention span-nya berkurang akibat screen time nan menurutnya lumayan banyak. Dalam seminggu, rata-rata screen time Kheisya bisa mencapai 12 jam.

Screen time tertingginya, tambah Kheisya, mencapai 18 jam dalam sehari ketika hari libur. Waktu tersebut dia gunakan untuk menonton sebagai intermezo setelah mengerjakan PR.

"Attention span saya tuh ya berkurang banget, apalagi sekarang kan ada teknologi AI. Ya itu kadang ngebuat kayak ah males baca, males literasi," ungkap Kheisya ketika dihubungi kumparan, Rabu (8/4).

Kheisya juga merasa bahwa kebiasaannya mulai berubah. Ia merasa jadi lebih malas untuk keluar rumah lantaran merasa terhipnotis seakan ada sesuatu nan lebih krusial di handphone.

Di hari biasa, screen time milik Kheisya bisa mencapai 12 jam. Namun, lanjut Kheisya, di waktu tersebut dia tidak hanya menggunakan handphone semata-mata untuk mencari hiburan, melainkan untuk membuka aplikasi nan menunjangnya dalam mengerjakan tugas sekolah.

Ilustrasi Anak Remaja Menggunakan Gadget. Foto: Odua Images/Shutterstock

"Kalau hari biasa [screen time] 12 jam biasanya saya pake buat edit di Canva buat tugas, alias main Word, sama buka WA, sama hiburannya paling buka IG sama TikTok," ujar Kheisya.

Kheisya juga mengungkapkan bahwa kebiasaan main handphone nan berlebihan berpengaruh terhadap nilai akademiknya. Ia jadi suka menunda aktivitas belajarnya lantaran terlalu enak-enak bermain handphone. Untuk mengurangi perihal tersebut, Kheisya mencari langkah untuk bisa membagi waktunya antara belajar dan bermain handphone.

Teknik nan dia gunakan adalah teknik Pomodoro, ialah membagi waktu antara rehat dengan belajar dalam beberapa jangka waktu tertentu. Menurutnya, teknik tersebut cukup efektif dia terapkan ketika sedang belajar agar tidak terdistraksi dengan handphone.

"Aku nentuinnya misalnya satu mapel (mata pelajaran) saya kudu selesai dulu, abis itu saya main HP separuh jam, baru saya lanjut ke mapel kedua, terus saya main HP lagi separuh jam. Begitu," jelas Kheisya.

Saat ditanya lebih banyak mana akibat negatif alias positif dari media sosial dan internet, Kheisya merasa jika keduanya lebih banyak akibat negatifnya. Meskipun begitu, Kheisya juga percaya bisa memberikan akibat positif melalui akun media sosialnya nan bakal digunakan untuk membikin konten positif nan bermanfaat.

"Sekarang IG (Instagram) saya dipakai untuk menambah relasi dan untuk membagikan aktivitas positif saya selama ini. Tentunya saya mau nantinya mengubah [akun media sosial] menjadi sebuah tempat di mana konten saya sangat berfaedah buat kawan nan melihat, untuk sekarang," tambah Kheisya.

Studi: Attention Span Berkurang Akibat Banyak Screen Time

Ilustrasi anak kecanduan gadget. Foto: Shutter Stock

Berdasarkan studi milik Chhangani dkk berjudul The Vanishing Attention Span: Exploring Digital Distractions among University Students of India (2025), screen time yang berlebihan dapat mempengaruhi attention span. Studi tersebut dimuat dalam jurnal The International Journal of Psychology,

Dalam penelitian tersebut, Chhangani dkk mengambil sampel sebanyak 300 mahasiswa dari beragam universitas di India nan terdiri dari umur 15 hingga 25 tahun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner nan diisi secara daring.

Chhangani dkk. membagi sampel menjadi empat golongan berasas lama screen time per hari, ialah 0 sampai 2 jam, 2 sampai 4 jam, 4 sampai 6 jam, dan lebih dari 6 jam. Hasilnya, mahasiswa dengan screen time 2 sampai 4 jam paling mendominasi, ialah 92 orang.

Selanjutnya, ditemukan bahwa 75 orang mempunyai screen time lebih dari 6 jam per harinya. Adapun golongan nan mempunyai screen time 4 sampai 6 jam per hari terdiri dari 71 orang. Terakhir, sebanyak 62 orang mempunyai screen time 0 sampai 2 jam per harinya.

Kemudian ada dua perihal nan ikut diteliti. Pertama, gimana screen time mempengaruhi konsentrasi seseorang dalam melakukan satu tugas di jangka waktu nan panjang. Kedua, hubungan antara screen time dengan mudahnya seseorang terdistraksi oleh handphone alias media sosial saat bekerja.

embed from external kumparan

Chhangani dkk menemukan bahwa orang dengan screen time di bawah 4 jam, sebagai contoh 2-4 jam, orang nan merasa kesulitan konsentrasi ketika melakukan satu tugas dalam jangka waktu panjang sebanyak 33,7 persen orang. Kemudian, pada golongan screen time tersebut, sebanyak 49 persen orang merasa mudah terdistraksi oleh handphone alias media sosial saat belajar alias kerja.

Namun, nomor orang-orang nan memilih setuju bahwa dia susah berkonsentrasi dan mudah terdistraksi bertambah seiring dengan semakin banyaknya screen time.

Pada golongan screen time 4 sampai 6 jam, sebanyak 57,7 persen orang setuju jika mereka merasa susah berkonsentrasi saat mengerjakan satu tugas dalam periode nan panjang. Selain itu, 60,6 persen dari mereka juga setuju jika mereka mudah terdistraksi saat mengerjakan tugas oleh handphone alias media sosial.

embed from external kumparan

Pada golongan screen time lebih dari 6 jam, nomor orang nan setuju jika mereka susah berkonsentrasi dalam waktu panjang dan mudah terdistraksi menurun, ialah 54,7 persen dan 60 persen.

Meskipun lebih rendah dibandingkan golongan 4 sampai 6 jam, kedua nomor tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan golongan screen time di bawah 2 jam. Hal tersebut membuktikan bahwa tingkat konsentrasi seseorang dalam jangka panjang serta kemampuannya dalam menahan distraksi handphone dan media sosial bakal terpengaruh oleh banyak screen time nan mereka miliki.

Penulis: Safina Azzahra Rona Imani

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan