Jakarta -
Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengungkap sejumlah persoalan dalam pengembangan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih alias Kopdes Merah Putih.
Sebanyak tiga rumor nan disinggung Qodari adalah aspek lahan, permodalan, hingga model bisnis. Menurut Qodari, perihal itu berasas pengecekan langsung Tim KSP secara incognito pada 19-20 Desember 2025 di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
"Dari 5 letak di 3 provinsi, program belum didukung ekosistem kebijakan nan memadai dengan tiga rumor utama, lahan, permodalan dan model bisnis. Seluruh koperasi belum mempunyai lahan nan clean and clear, serta tetap menempati aset tanpa dasar norma nan jelas, sehingga berisiko secara audit dan menghalang pembiayaan," jelas Qodari dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi XIII, Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Qodari mengakui bahwa pengadaan lahan, khususnya di wilayah perkotaan, menjadi tantangan besar. Ia menyebut dari puluhan ribu sasaran pembangunan, saat ini baru sekitar 4.000 gerai nan rampung 100%, sementara sebagian lainnya tetap dalam tahap pembangunan maupun persiapan.
Dari sasaran sekitar 80-83 ribu Kopdes Merah Putih nan dibangun, baru 50.000 titik nan sudah teridentifikasi sebagai letak lahannya. 34.000 di antaranya tetap dalam proses pembangunan fisik.
"Jadi lahan nan sudah teridentifikasi ada 50.000. Lahan sedang pembangunan fisik34.000 dan nan sudah selesai 4.000. Itu jadi 83.000 nan sudah punya lahan 50.000, sedang dibangun 34.000 dan nan sudah selesai 100% adalah 4.000," katanya.
Dengan kondisi tersebut dia memastikan sasaran pembangunan gerai permanen hingga Maret 2026 belum dapat tercapai sesuai rencana awal. Pemerintah memang menargetkan pembangunan bentuk 80 ribu Kopdes Merah Putih rampung pada Maret tahun ini.
"Target pembangunan gerai permanen hingga Maret 2026 diprediksi belum bisa dicapai secara penuh. Ini sudah bulan April, jadi kita pada bulan Desember sudah bisa memandang bahwa pada bulan Maret itu kemungkinan susah untuk bisa diselesaikan. Dan sekarang pada awal bulan April memang rupanya betul apa nan kita antisipasi pada bulan Desember," tutup Qodari.
(ily/ara)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·