Purbaya Prediksi IHSG Tembus 28.000 Meski Dibilang Gila

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa tembus 28.000 pada 2029-2030. Purbaya mengaku sempat dibilang gila lantaran proyeksi tersebut.

Alasan dia optimistis bisa IHSG bisa tembus 28.000 lantaran pertumbuhan ekonomi menjadi fondasi nan menggerakkan indeks saham Indonesia. Pemerintah juga terus melakukan ekspansi ekonomi nan mendorong pergerakan IHSG.

"Saya selalu bilang, dari mulai titik terendah ekonomi sampai ujung dari masa ekspansi, itu bisa 4-5 kali. Let's say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita bakal berjalan sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali, bisa lah 28 ribu paling sial. Mereka bilang, itu Purbaya gila," ungkap Purbaya dalam aktivitas Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall BEI, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara historis, terang Purbaya, indeks saham tumbuh berkali lipat. Saat tahun 2002 IHSG sempat berada di level 200-an, kemudian naik pada 10 kali lipat pada tahun 2009 di posisi 2.500.

"Coba jika Anda lihat tahun 2002, kan indeksnya 200-an. 2009 udah berapa? 2.500. Hah 10 kali naiknya. Jadi itu bukan perihal nan tidak mungkin jika kita kembangkan pertumbuhan ekonomi nan baik dan itu pasti bakal terjadi," imbuhnya.

Dalam kesempatan nan sama, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pasar modal domestik tumbuh empat kali lipat dalam kurun waktu sembilan tahun.

Purbaya menjelaskan, IHSG sempat berada di level 1.000 pada tahun 2004, kemudian naik menjadi 4.200 pada tahun 2013.

Selain itu, pertumbuhan pasar modal dapat terjadi dengan pesat apalagi hingga 20% pada periode tersebut. Namun saat terjadi COVID-19, pertumbuhan pasar modal RI berada di rentang 5-6%.

Airlangga menambahkan penanammodal domestik secara keseluruhan tumbuh dengan baik, di mana sekitar 50% adalah pelaku investasi di pasar saham.

"Kemudian kita lihat partisipasi investor, ini juga dalam negeri lebih baik dengan 50% di pasar saham," jelas Airlangga dalam sambutannya.

(ahi/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance