Pramono Siapkan Pasukan Khusus untuk Tangani Ikan Sapu-sapu di Jakarta

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau operasi sapu-sapu di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta tak hanya berkarakter seremonial, tetapi bakal dilakukan secara rutin.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta apalagi bakal menyiapkan “pasukan khusus” untuk konsentrasi mengendalikan populasi ikan invasif tersebut.

Hal itu disampaikan Pramono usai meninjau operasi penangkapan ikan sapu-sapu di area perumahan elite di Jalan Janur Elok RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (17/4).

“Yang pertama pasti bakal dilakukan secara rutin dan diperluas. Karena tidak cukup hanya kemudian nan berkarakter seremonial seperti ini. Secara unik kelak kami bakal tugaskan PPLH nan bekerja untuk itu. PPLH unik untuk mengurangi kekuasaan ikan sapu-sapu,” ujar Pramono.

Dalam operasi penangkapan tersebut, Pramono pun sempat menyoroti ikan sapu-sapu berjenis betina nan lebih berisi dibandingkan nan jantan.

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di area Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Dan saya juga baru tahu kenapa ikan sapu-sapu nan wanita nan wanita itu rata-rata lebih gendut daripada nan laki-laki dan telurnya satu ikan itu bisa 300 sampai 3.000,” kata Pramono.

Menurut dia, pembentukan penugasan unik ini menjadi langkah strategis lantaran laju perkembangbiakan ikan sapu-sapu tergolong sangat cepat.

“Jadi bertelurnya sigap banget. Artinya ini nan kemudian menjadi PR bagi Pemerintah Jakarta, kami bakal konsentrasi dan untuk itu kelak bakal ada penugasan secara unik PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) nan menangani ikan sapu-sapu ini,” tuturnya.

Pramono juga mengungkapkan, berasas hasil kajian nan dia pelajari, ikan sapu-sapu tidak hanya berkembang di perairan kotor, tetapi juga dapat memperkuat di air bersih, termasuk di negara asalnya, Amerika Selatan.

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di area Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Saya memang lantaran mau tahu, saya mendalami dan saya baca literasi, dan juga memandang nan pertama di sumbernya sendiri di Amerika Selatan dan ini rupanya ikan ini juga berkembang bukan hanya air-air nan kotor, air nan bersih pun terjadi apalagi di Amerika Serikat pun ada,” jelas Pramono.

Namun demikian, pemanfaatannya tetap terbatas lantaran kandungan logam berat nan tinggi.

“Dan mereka sekarang ini nan dilakukan adalah membikin dengan panas nan tinggi sekali di-press, kemudian dijadikan tepung untuk makan ternak termasuk makan ikan hias dan sebagainya. Dan itu pun mereka sekarang tetap belum berani dilakukan secara massal lantaran kandungan logamnya di negara-negara nan airnya lebih bersih pun itu sudah cukup tinggi dengan periode pemisah nan mereka miliki,” jelas Pramono.

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di area Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Di Jakarta kita sudah menemukan rata-rata sudah di atas 0,3 (residu) dan itu berbahaya. Maka dengan demikian kami melakukan tindakan untuk mengurangi populasi ini dan mudah-mudahan jika ditanya berapa persen harusnya ya sebisa mungkin semaksimal mungkin kami bakal lakukan untuk mengurangi lantaran jika ini dibiarkan sejenak saja dominasinya pasti bakal kembali,” tambahnya.

Ia menegaskan, keberadaan pasukan unik dari PJLP nantinya bakal difokuskan untuk melakukan perawatan sekaligus penangkapan ikan sapu-sapu di beragam titik perairan seperti sungai dan selokan.

“Jadi kemudian kenapa PJLP nan bekerja unik kelak kami bakal tugaskan untuk merawat ataupun mengambil ikan sapu-sapu nan ada di selokan di sungai-sungai nan seperti ini dan sebagainya,” tegas Pramono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan