Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kejadian kejuaraan penduduk di aplikasi JAKI nan dibalas menggunakan foto editan alias Artificial Intelligence (AI) di Kalisari rupanya bukanlah kasus nan pertama kali terjadi.
"Kasus di Kalisari, itu rupanya bukan kasus nan pertama kali," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).
Pramono juga mengatakan bahwa pelaku manipulasi foto AI tersebut adalah oknum nan sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan nan melakukan adalah orang nan sama," ujar Pramono.
Kendati demikian, Pramono menepis dugaan bahwa rentetan skandal ini menurunkan minat masyarakat untuk berperan-serta merawat kota. Ia menegaskan sistem pelaporan tetap melangkah normal.
"Laporan penduduk ke JAKI tidak turun. Karena JAKI itu kita pantau per setiap hari," ujarnya.
Menurut Pramono, kecurangan nan dilakukan berulang kali ini disinyalir kuat sebagai buntut dari lemahnya sistem pengawasan di tingkat kelurahan.
"Artinya, kontrol nan tidak baik, baik itu apakah dari lurah nan bertanggung jawab, kasi pemerintahan dan kasi pembangunan, menyerahkan sepenuhnya kepada PPSU," tegasnya Pramono.
Para pemangku kebijakan setempat dinilai Pramono lalai lantaran menyerahkan urusan tindak lanjut laporan sepenuhnya kepada petugas lapangan tanpa proses verifikasi nan memadai.
"Kami sudah mengidentifikasi PPSU-nya, lurahnya juga langsung kami copot termasuk asisten kasi-kasinya," kata Pramono.
"Kami memberikan balasan nan bakal dikeluarkan oleh inspektorat," sambungnya.
Untuk memastikan wajah pelayanan publik Jakarta tidak semakin tercoreng oleh manipulasi digital, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipasi menyeluruh.
Pramono berencana mengumpulkan seluruh petugas mengenai guna memberikan peringatan keras dan hukuman pemecatan bagi siapa pun nan berani mengelabui sistem.
"Minggu depan saya bakal meminta untuk semua PPSU dan nan berangkaian dengan Jaki kita mengadakan Town Hall di sini," ujarnya.
"Saya bakal menyampaikan dan meberikan, memperingatkan kepada siapapun nan bakal melakukan itu sekali lagi, kami tidak bakal memberikan maaf. Jadi langsung kami berhentikan," sambungnya.
Inspektorat Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan penonaktifan Lurah Kalisari Siti Nur Hasanah kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Timur menyusul polemik penggunaan kepintaran buatan (AI) oleh jajarannya dalam menindaklanjuti laporan penduduk di JAKI.
Selain lurah, Inspektorat juga merekomendasikan hukuman disiplin dan pembinaan terhadap Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kalisari serta Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kalisari nan turut terlibat.
Sementara itu, tiga Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) nan terbukti ikut terlibat bakal dikenakan hukuman sesuai ketentuan dalam perjanjian kerja mereka.
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh unggahan di media sosial mengenai laporan parkir liar melalui aplikasi JAKI nan dinyatakan telah selesai, namun disertai foto nan diduga merupakan hasil olahan AI.
(kna/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·