Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan di tengah ketidakpastian dunia dan krisis energi, Indonesia tetap kudu waspada tetapi optimistis lantaran mempunyai sumber daya nan melimpah. Hal ini dia sampaikan dalam Peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik di Magelang, Kamis (9/4).
Prabowo mengatakan, efisiensi daya tetap diperlukan, berbarengan dengan upaya mempercepat peralihan ke daya terbarukan, termasuk melalui elektrifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ia apalagi mengatakan avtur ke depan dapat diproduksi dari kelapa sawit.
“Kita gunakan hanya untuk nan strategis. Tetapi sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit,” kata Prabowo dalam sambutannya di Magelang, Kamis (9/4).
Ia kembali menekankan saat ini pemerintah sedang memproduksi avtur dari minyak jelantah nan dapat diolah kembali menjadi bahan bakar serta mengembangkan pusat-pusat pengolahan (refinery) untuk mendukung pengembangan daya pengganti itu.
“Kita bakal investasi besar-besaran di bagian itu,” ucap Prabowo.
Adapun Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat, stok avtur nasional saat ini sebesar 388,6 ribu kiloliter dengan konsumsi harian 13,8 ribu kiloliter. Dengan demikian, ketahanan stok avtur berada di level 28,1 hari.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·