Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengatasi aksi-aksi penyelundupan.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam aktivitas penyerahan duit sebesar Rp11,1 hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas PKH di Kejagung, pada Jumat (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menegaskan saat ini tetap ada pekerjaan rumah besar nan tetap belum terselesaikan. Salah satunya, kata dia, mengenai kebocoran finansial negara akibat praktik penyelundupan.
Oleh karenanya, dia memberikan tugas unik kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk menghentikan penyelundupan.
"Panglima TNI, Kapolri, Menteri Keuangan Anda punya lembaga-lembaga nan tugasnya untuk menghentikan penyelundupan. Gunakan segala kewenangan nan ada pada Anda untuk menegakkan itu," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa norma merupakan instrumen nan kudu digunakan untuk menjaga kekayaan bangsa dan negara. la menambahkan bahwa kekayaan bangsa bisa membikin rakyat sejahtera.
"Saya sangat setuju norma adalah instrumen untuk menjaga kekayaan bangsa dan negara. Tanpa kekayaan bangsa dan negara tidak mungkin rakyat kita hidup sejahtera. Tidak ada pilihan lain bagi kita," ujarnya.
Prabowo menambahkan bahwa pemerintah tetap mempunyai perjalanan panjang untuk menyejahterakan rakyat. Banyak tantangan nan kudu dihadapi, seperti kebocoran anggaran hingga penyelundupan.
"Perjalanan tetap panjang, kebocoran tetap terjadi, penyelundupan tetap terjadi," ujarnya.
(fra/tfq/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·