Prabowo Pengin Pabrikan Truk Listrik Lokal Bisa Setara Isuzu-Hino

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengatakan industri kendaraan listrik nasional kudu didukung pengembangannya. Dia mau pabrikan lokal bisa bersaing dan menjadi sejajar dengan merek-merek dari luar negeri macam Isuzu dari Jepang, hingga Hino dari Korea Selatan.

Hal ini diungkapkan Prabowo saat berjamu ke pabrik perakitan bus dan truk listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Orang nomor satu di Indonesia itu mau agar VKTR bisa juara nasional namalain national champion.

"Saya berambisi VKTR ini bakal menjadi salah satu National Champion kita. Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino jika Korea punya Hyundai, Daewoo saya berambisi berapa tahun lagi kita bakal menganggap, memandang VKTR sebagai champion, salah satu champion dari Indonesia," tegas Prabowo saat memberikan sambutan nan ditayangkan virtual, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo juga terkesan dengan VKTR karena menamai beberapa seri produknya dengan area nan dekat sekali dengan Prabowo. Semacam Tidar misalnya, di sana merupakan letak dari Akademi Militer, tempat dia ditempa menjadi tentara.

"Apalagi kalian milih nama series gunung Tidar. Kebetulan saya waktu muda, saya dibesarkan di Lembah Tidar. Banyak kenangan saya di Tidar ini, banyak kenangan saya di Magelang," ujar Prabowo.

VKTR juga mengeluarkan seri kendaraan berjulukan Lokon, nan merupakan wilayah pegunungan di Minahasa. Di sana merupakan kampung laman ibundanya.

"Lalu, kerabat pilih nama lagi seri kedua, Lokon. Ibu saya dari Minahasa, jadi Gunung Lokon itu sangat terkenal di Minahasa," kata Prabowo.

Dia juga berkelakar Anindya Bakrie, sebagai Komisaris Utama VKTR seperti mempunyai intelijen nan sangat top lantaran memilih nama-nama produk nan sangat dekat dengannya.

"Ini intelnya Pak Anin sangat bagus begitu. Dia bisa pilih kan Gunung Kerinci, dia bisa pilih seri apa itu Semeru, dia pilih Tidar sama Lokon. Ini kudu didukung ini berarti," pungkas Prabowo.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance