Prabowo: Menhut Ini Oke Juga Dia, Belum Kasih Izin Potong Kayu

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap keahlian Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam menjaga kelestarian rimba Indonesia. Dia memuji Raja Juli nan belum memberikan izin kepada seluruh perusahaan untuk melakukan pembalakan kayu di area hutan.

Hal ini disampaikan Prabowo saat Taklimat Presiden dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana, Jakarta (8/4/2026). Rapat ini dihadiri seluruh jejeran personil kabinet Merah Putih, Dirut BUMN, hingga pejabat eselon I kementerian/lembaga.

Awalnya, Prabowo mengungkapkan dirinya menerima laporan mengenai keberadaan ratusan izin upaya pertambangan (IUP) nan tidak jelas, termasuk nan berada di area rimba lindung. Dia pun meminta agar dilakukan evaluasi.

"Saya dapat laporan ada ratusan tambang nggak jelas, alias IUP nggak jelas di rimba lindung dan di hutan-hutan. Saya cek," kata Prabowo.

Usai melakukan penelusuran, Prabowo mengaku puas dengan keahlian Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Dia menyebut Menhut Raja Antoni tidak mengeluarkan izin pembalakan kayu.

"Menteri kehutanan saya cek, oh alhamdulillah, menteri kehutanan ini oke juga dia. Dia belum kasih izin pangkas kayu," tutur Prabowo.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni  dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana, Jakarta (8/4/2026) (Istimewa)

Dia lantas mencari keberadaan Raja Juli. Mendengar itu, Raja Juli tampak berdiri dan tersenyum merespons pernyataan Prabowo.

"Mana Menteri Kehutanan ada? Oh kau ya menteri kehutanan, hehe, aduh dia berbinar-binar dia itu, saya nggak tanya partai apa dong," ucap Prabowo. 

Prabowo: BBM Subsidi Kita Pertahankan untuk Rakyat Kecil

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga agar bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap terjangkau oleh masyarakat, khususnya golongan tidak mampu.

Di tengah dinamika dunia nan membikin nilai minyak bumi melonjak, pemerintah memastikan bahwa rakyat mini tetap bakal mendapatkan subsidi BBM.

"Menteri-menteri ekonomi saya melaporkan bahwa BBM nan bersubsidi kita bakal pertahankan untuk rakyat mini dan rakyat miskin. Kita bakal pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," kata Prabowo saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Sementara untuk golongan masyarakat nan mampu, kata dia, dapat membeli BBM nonsubsidi.

"Orang-orang kaya jika mau pakai bensin nan mahal, ya dia kudu bayar nilai pasar," ucapnya.

Prabowo memastikan bahwa pasokan daya untuk masyarakat tetap kondusif di tengah memanasnya bentrok Timur Tengah nan berakibat pada penutupan Selat Hormuz.

Selain mencari sumber pengganti pasokan, Indonesia juga memanfaatkan kekayaan alam di dalam negeri untuk menjamin ketahanan energi.

"Sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak nan lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari pengganti lain. Selain kita punya kekuatan dalam negeri nan sangat kuat," jelas Prabowo.

Prabowo menuturkan Indonesia dikaruniai tanah subur dan sumber daya alam nan melimpah. Dari dalam tanah, Indonesia mempunyai batu bara nan bisa diolah menjadi sumber daya pengganti pengganti minyak dan gas.

Sumber Energi Alternatif

Tak hanya itu, tanaman-tanaman seperti kelapa sawit, jagung, hingga singkong juga dapat menjadi sumber daya alternatif.

"Cadangan-cadangan kita sangat besar. Bahkan batu bara kita pun banyak sekali dan dari batu bara kita bisa menghasilkan solar. Kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, singkong, jagung," ungkapnya.

Kendati tetap tenang, pemerintah tetap bekerja keras untuk menjamin kebutuhan daya masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan beragam langkah agar Indonesia dapat memperkuat di tengah gejolak global.

"Pak Bahlil (Menteri ESDM) bilang aman. Tenang, aman, tidak berfaedah kita tenang-tenang, santai-santai. Tidak. Kita bekerja, kita waspada," pungkas Prabowo.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita