Seorang petugas polisi memberi isyarat kepada kendaraan di pos pemeriksaan di dekat Masjid Faisal, saat Pakistan bersiap menjadi tuan rumah fase kedua pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Minggu (19/4/2026). Menjelang pertemuan tingkat tinggi tersebut, pengamanan diperketat di sejumlah ruas jalan, dengan pendirian pos-pos pemeriksaan guna memastikan kelancaran dan keamanan selama persiapan berlangsung. (REUTERS/Akhtar Soomro)
Presiden AS, Donald Trump, memberi sinyal bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran dapat segera dilakukan setelah putaran awal negosiasi berhujung tanpa kesepakatan pada akhir pekan lalu. Pernyataan ini memunculkan angan baru di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. (REUTERS/Akhtar Soomro)
Dalam wawancara telepon dengan New York Post, Trump menyebut putaran kedua pembicaraan bisa berjalan “dalam dua hari ke depan” dan kemungkinan kembali digelar di Islamabad. Ia apalagi menyarankan para pihak tetap berada di Pakistan lantaran kesempatan pertemuan lanjutan dinilai cukup besar dalam waktu dekat, meski sempat menyatakan letak pertemuan bisa berubah sebelum akhirnya kembali mengarah ke Islamabad. (REUTERS/Akhtar Soomro)
Trump juga memuji kepala angkatan darat Pakistan, Asim Munir, nan dinilai telah berkedudukan krusial dalam menjaga stabilitas. Di sisi lain, jalur diplomasi informal terus diintensifkan untuk membuka kembali ruang perbincangan antara Washington dan Teheran. (REUTERS/Akhtar Soomro)
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyebut kesempatan pembicaraan lanjutan “sangat mungkin” terjadi, merujuk pada komunikasinya dengan Wakil Perdana Menteri Pakistan, Ishaq Dar. Namun, seorang pejabat AS menegaskan belum ada agenda resmi lantaran rumor ambisi nuklir Iran tetap menjadi ganjalan utama. (REUTERS/Akhtar Soomro)
Sementara itu, bentrok nan telah memasuki minggu ketujuh terus menimbulkan akibat luas secara kemanusiaan dan ekonomi global. Ketegangan meningkat setelah AS memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan kapal tanker asal China tidak bakal diizinkan melintas, memicu kritik dari Presiden China, Xi Jinping, serta mendorong lonjakan nilai minyak global. (REUTERS/Waseem Khan)
12 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·