Menteri Pertanian (Mentan) sekarang bisa mengendalikan operasional BUMN Pangan menjadi salah satu berita terkenal kumparanBISNIS sepanjang Jumat (17/4). Selain itu, nilai minyak mentah nan meningkat nan ramai dibaca. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:
Mentan Kini Bisa Pegang Kendali Operasional BUMN Pangan
Menteri Pertanian (Mentan) sekarang mempunyai kewenangan baru dalam mengendalikan operasional BUMN sektor pangan, sebuah langkah signifikan untuk mempercepat swasembada pangan. Kewenangan ini diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan Bidang Pertanian dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional dan Kemandirian Bangsa, nan bertindak sejak 25 Maret 2026.
Beleid ini mentransformasi peran Mentan dari pengatur produksi menjadi koordinator langsung operasional perusahaan-perusahaan strategis di sektor pangan.
Melalui Inpres tersebut, Mentan diberi mandat untuk mengarahkan penugasan hingga sasaran keahlian sejumlah BUMN pangan. Ini mencakup PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), Perum Bulog, dan BUMN mengenai lainnya. Sebelumnya, kendali pengawasan dan penugasan BUMN pangan berada di bawah Kementerian BUMN, sementara kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian tidak mempunyai kendali operasional langsung.
Ada tiga kebijakan utama nan diberikan kepada Mentan. Pertama, memberikan penugasan kepada BUMN di bagian pertanian, agroindustri, dan logistik pangan. Kedua, memberikan rekomendasi tertulis parameter keahlian utama (IKU) penugasan BUMN pangan. Ketiga, memberikan pertimbangan tertulis untuk pengangkatan dan pemberhentian Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN pangan.
Kewenangan Mentan ini bakal didukung dan ditindaklanjuti oleh Kepala BP BUMN, sementara Danantara berkedudukan dalam fasilitasi dan support teknis pengelolaan operasional.
Harga Minyak Mentah Melesat, Gangguan Pasokan Energi di Timur Tengah Penyebabnya
Harga minyak mentah global mengalami kenaikan signifikan pada Kamis (16/4), didorong oleh skeptisisme terhadap resolusi pembicaraan tenteram antara AS dan Iran, serta gangguan pasokan daya dari Timur Tengah.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik USD 4,46, alias 4,7 persen, mencapai USD 99,39 per barel, sementara perjanjian berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 3,40, alias 3,7 persen, menjadi USD 94,69 per barel.
Peningkatan nilai ini merupakan respons langsung terhadap perang AS-Israel dengan Iran, nan telah menyebabkan gangguan besar pada pasokan minyak dan gas global. Penutupan alias gangguan lampau lintas di Selat Hormuz, nan biasanya menangani sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair dunia, secara efektif mengurangi pasokan ke pasar dunia dan memperketat kondisi pasar.
Analis dari ING memperkirakan sekitar 13 juta barel per hari aliran minyak telah terganggu akibat penutupan selat tersebut, berakibat signifikan pada persediaan bahan bakar jet di beberapa bagian Asia dan Afrika.
Data pemerintah AS menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah sebesar 913.000 barel pekan lalu, jauh di bawah ekspektasi analis nan memperkirakan peningkatan 154.000 barel.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·