Polda Metro Jaya mengungkap identitas personil DPR RI nan menjadi korban pemerasan oleh empat orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan. Sosok tersebut adalah Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan bahwa Sahroni merupakan pihak nan melaporkan tindak pidana tersebut.
"Benar [korban Ahmad Sahroni]," kata Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (10/4).
Kasus ini bermulai saat Sahroni melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4) malam. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi berkoordinasi dengan pihak internal KPK.
Modus Catut Nama Pimpinan KPK
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan modus penipuan nan terorganisir. Mereka mengaku sebagai orang suruhan ketua lembaga antirasuah demi menakut-nakuti korban dan menjanjikan pengaturan perkara.
“Pada Kamis malam (9/4), tim campuran KPK dengan Polda Metro Jaya Jakarta mengamankan sejumlah 4 orang nan diduga mengaku sebagai pegawai KPK dan dapat melakukan pengaturan penanganan perkara di KPK,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tindakan nekat ini diduga bukan nan pertama kali dilakukan oleh komplotan tersebut.
"Dalam modusnya, oknum ini mengaku sebagai utusan dari Pimpinan KPK, nan diperintahkan untuk meminta sejumlah duit kepada Anggota DPR. Diduga permintaan ini bukan nan pertama kalinya," ungkap Budi.
Dalam operasi penangkapan tersebut, petugas sukses mengamankan peralatan bukti berupa duit tunai dalam corak mata duit asing nan nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
"Tim juga mengamankan peralatan bukti dalam corak duit sejumlah USD 17,400," pungkas Budi Prasetyo.
Jika dikonversikan dengan kurs saat ini, total duit tersebut mencapai sekitar Rp 270 juta hingga Rp 300 juta. Hingga saat ini, keempat pelaku tetap menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain dari kalangan pejabat publik.
Belum ada keterangan dari Sahroni mengenai dugaan pemerasan tersebut. kumparan sudah mencoba menghubungi Sahroni tetapi belum mendapat respons.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·