Polisi Duga PRT Lompat dari Kos di Benhil karena Tak Betah lalu Mau Kabur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi TKP. Foto: Fatah Afrial/kumparan

Polisi menduga, dua pekerja rumah tangga (PRT), R (30) dan D (18), loncat dari lantai 4 bilik kosnya di Bendungan Hilir lantaran tak betah, lampau mau kabur.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Saputra, menyebut konklusi itu diambil dari info awal pendalaman sementara.

“Kalau untuk info sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Roby kepada wartawan, Kamis (23/4).

Dalam kejadian itu, dua korban berinisial R dan D melompat secara bersamaan. D meninggal dunia, sementara R mengalami patah tangan.

Meski begitu, Roby menegaskan bahwa motif tersebut belum bisa dipastikan lantaran proses penyelidikan tetap berjalan.

“Betul. Ya enggak tahu betul apa enggak, info awalnya sih begitu. Makanya tetap diperiksa. Nanti jika sudah ada hasil pemeriksaan baru saya bisa ngomong,” jelasnya.

Ia juga menyebut, keterangan sementara diperoleh dari saksi lain, termasuk sesama PRT, lantaran korban nan selamat belum dapat dimintai keterangan secara maksimal.

“Ada saksi nan lain nan ngomongin bahwa mereka itu enggak nyaman lantaran majikannya sadis gitu alias sadis katanya,” ucapnya.

Namun, mengenai dugaan perlakuan majikan, polisi belum bisa menyimpulkan lebih jauh.

“Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” kata Roby.

Saat ini, polisi tetap mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan memeriksa pemilik kos alias majikan korban.

Peristiwa ini tetap dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kronologi dan motif pasti di kembali tindakan nekat kedua PRT tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan