Penumpang Kembali Padati Stasiun Bekasi Timur Usai Layanan KRL Beroperasi Normal

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Suasana di Stasiun Bekasi Timur pukul 19.00 WIB usai dinormalisasi kembali pada Rabu (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Stasiun Bekasi Timur kembali melayani mobilitas masyarakat secara penuh pada Rabu (29/4) malam. Pengoperasian kembali stasiun ini dilakukan setelah jasa KRL Commuter Line rute Cikarang resmi dibuka usai sempat terputus akibat kejadian kecelakaan tabrakan kereta.

Berdasarkan pantauan pada pukul 19.00 WIB, suasana di Stasiun Bekasi Timur terpantau sudah kembali padat. Hilir mudik penumpang nan naik maupun turun di stasiun tersebut terlihat ramai, menandakan aktivitas komuter masyarakat telah berangsur pulih dan melangkah normal seperti sedia kala.

Suasana di Stasiun Bekasi Timur pukul 19.00 WIB usai dinormalisasi kembali pada Rabu (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
Suasana di Stasiun Bekasi Timur pukul 19.00 WIB usai dinormalisasi kembali pada Rabu (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
Suasana di Stasiun Bekasi Timur pukul 19.00 WIB usai dinormalisasi kembali pada Rabu (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Kembalinya operasional stasiun ini disambut lega oleh para pengguna KRL nan sehari-hari mengandalkan moda transportasi tersebut.

Saka (21), salah seorang penumpang, mengapresiasi penanganan sigap dari pihak mengenai sehingga stasiun bisa segera digunakan.

​"Bersyukur ya dengan tindakan nan cepat, soalnya saya kebetulan pulang-pergi Rawa Buaya-Bekasi Timur," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Saka (21) salah satu penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Meski aktivitas sudah kembali normal, bayang-bayang kejadian tabrakan maut pada Senin (27/4) malam lampau rupanya belum sepenuhnya lenyap dari akal penumpang.

Fahmi (30) mengungkapkan bahwa rasa waswas tetap ada. Namun dia tidak mempunyai banyak pilihan demi menunjang mobilitas pekerjaannya.

Fahmi (30) salah satu penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

​"Kalau takut mungkin takut sebagai manusia, tapi lantaran kebutuhan dan keperluan, otomatis mau enggak mau," tutur Fahmi.

Sementara itu, penumpang lainnya, Raka (26), menyoroti pentingnya pertimbangan sistem keselamatan agar tragedi serupa tidak terulang di kemudian hari.

Raka (26) salah satu penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

​"Harapannya jika bisa petugas Commuter Line-nya mungkin ya, nan pemberitahuan sinyalnya lebih ditingkatkan lagi, biar bisa menghindari perihal nan terjadi seperti kemarin," minta Raka.

Layanan KRL rute Cikarang sempat dihentikan sementara akibat tabrakan maut nan melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan sebidang area Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Dalam kejadian tersebut, tercatat 16 penumpang wanita meninggal dunia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan