Penampakan Israel Kerahkan Tank ke Perbatasan, Gencatan Senjata Gagal?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Smoke rises in Lebanon following an Israeli strike, as seen from the Israeli side of the Israel-Lebanon border, in northern Israel, April 26, 2026. REUTERS/Shir Torem

Ketegangan di area Timur Tengah kembali meningkat setelah aktivitas militer Israel terpantau di perbatasan utara pada Minggu (26/4/2026). Konvoi kendaraan militer dan tank terlihat bergerak, sementara kepulan asap membumbung dari wilayah selatan Lebanon di tengah berlanjutnya bentrok dengan golongan Hezbollah. (REUTERS/Shir Torem)

IRAN-CRISIS/ISRAEL-LEBANON

Perkembangan ini terjadi meskipun telah ada gencatan senjata nan dimediasi oleh United States. Namun, situasi di lapangan menunjukkan eskalasi tetap berlangsung, ditandai dengan serangan lintas perbatasan nan terus terjadi. (REUTERS/Shir Torem)

IRAN-CRISIS/ISRAEL-LEBANON

Militer Israel dilaporkan mengeluarkan perintah pemindahan terhadap penduduk di tujuh kota di utara Sungai Litani. Wilayah tersebut sebelumnya tidak termasuk dalam area penyangga baru. Otoritas Israel menyatakan bakal mengambil tindakan tegas terhadap Hezbollah atas dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. (REUTERS/Shir Torem)

IRAN-CRISIS/ISRAEL-LEBANON

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut bahwa militer telah diperintahkan untuk menyerang target-target Hezbollah di Lebanon. Namun, tidak dijelaskan secara rinci mengenai sasaran alias skala operasi nan bakal dilakukan. REUTERS/Shir Torem

IRAN-CRISIS/ISRAEL-LEBANON

Di sisi lain, angan terhadap terobosan diplomatik dalam ketegangan nan lebih luas—melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran—dilaporkan semakin memudar. Kondisi ini turut memperburuk situasi keamanan di kawasan, terutama dengan meningkatnya intensitas baku tembak antara Israel dan Hezbollah. REUTERS/Shir Torem

IRAN-CRISIS/ISRAEL-LEBANON

Situasi tersebut menunjukkan bahwa gencatan senjata nan dimediasi AS menghadapi tekanan serius, seiring meningkatnya akibat eskalasi bentrok nan lebih luas di Timur Tengah. REUTERS/Shir Torem

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News