Seorang laki-laki berinisial S (48) ditemukan meninggal bumi di rumahnya di wilayah Seyegan, Sleman, Jumat (15/5) pagi. Korban ditemukan dengan luka sayat di bagian leher.
Korban diketahui merupakan pegawai berstatus PPPK di lingkungan Pemkab Sleman. Di letak kejadian juga ditemukan surat wasiat berisi permohonan maaf kepada istri dan anaknya serta permintaan agar dimakamkan di pemakaman desa.
Keponakan korban, Wahyu Utomo, mengatakan sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menunjukkan perubahan perilaku. Menurutnya, korban nan sehari-hari dikenal pendiam mulai jarang berbincang dan terlihat murung dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menyebut komunikasi korban dengan family juga berubah. Korban nan biasanya tetap bisa diajak bercanda, belakangan lebih banyak tak bersuara dan tertutup.
“Pas ngomong itu memang ngobrolnya nggak seperti biasanya, diajak berbual udah diem, udah nggak bisa diajak ngobrol, jarang banget,” kata Wahyu ditemui di rumah duka, Jumat (15/5).
Wahyu mengaku mengetahui berita tersebut setelah mendapat telepon dari Ketua RT setempat. Saat tiba di rumah korban, letak sudah ramai didatangi warga.
“Awalnya ditelepon Pak RT, terus saya pergi ke rumah. Pas masuk, udah ramai orang,” katanya.
Saat kejadian, ibu korban juga berada di rumah. Namun, kondisi ibu korban sedang sakit sehingga tidak mengetahui secara pasti peristiwa nan terjadi.
Wahyu mengaku tidak mengetahui adanya persoalan ekonomi maupun masalah lain nan dihadapi korban. Menurutnya, korban dikenal baik dan tidak mempunyai musuh.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi tetap mendalami penyebab kematian korban.
“Untuk penyebab kematian tetap pendalaman kepolisian dan jenazah dibawa ke RS Bhayangakara,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·