Pasukan UNIFIL Diserang Lagi: 1 Tentara Prancis Tewas, 3 Luka-Luka

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Penjaga perdamaian UNIFIL memantau Garis Biru (Blue Line) dan beroperasi di dalam dan sekitar desa Meiss ej Jebel, Houla, dan Markaba, Lebanon selatan. 15 November 2025. Foto: Kandice Ardiel/PBB

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, kembali terjadi pada Sabtu (18/4). Seorang tentara Prancis gugur dan tiga lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.

UNIFIL dalam keterangannya mengatakan pasukan tersebut diserang saat membersihkan amunisi peledak di sepanjang jalan di Desa Ghandouriyeh. UNIFIL menyebut pasukan itu menjadi sasaran tembakan senjata ringan oleh tokoh non-negara.

"Kami menyampaikan duka cita nan tulus kepada keluarga, teman, dan rekan kerja dari penjaga perdamaian pemberani nan kehilangan nyawanya dalam tugas menjaga perdamaian. Doa dan angan kami menyertai pemulihan nan sigap dan sempurna bagi para penjaga perdamaian nan terluka," demikian keterangan tersebut.

UNIFIL bakal menyelidiki peristiwa tersebut demi mengungkap pelaku penyerangan itu. UNIFIL mengingatkan serangan nan disengaja kepada pasukan perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap norma humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701. Tindakan itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

"UNIFIL mengutuk serangan disengaja ini terhadap pasukan penjaga perdamaian nan sedang menjalankan tugas sesuai mandatnya. Pekerjaan tim penanganan bahan peledak sangat vital di wilayah operasi misi, terutama setelah memanasnya permusuhan baru-baru ini," ujar keterangan tersebut.

Macron Duga Dilakukan Hizbullah

Presiden Prancis Emmanuel Macron berbincang kepada pers saat kunjungan ke Monumen Perang Korea di Seoul, Korea Selatan, Kamis (2/4/2026). Foto: Ludovic MARIN / POOL / AFP

Sementara itu Presiden Prancis Emmanuel Macron menuduh serangan kepada tentara Prancis di UNIFIL dilakukan oleh Hizbullah. Ia mendesak otoritas Lebanon untuk menangkap pelaku.

"Semuanya mengarah pada Hizbullah nan bertanggung jawab atas serangan ini," kata Macron dikutip dari AFP.

Namun, tuduhan Macron dibantah Hizbullah. Kelompok tersebut meminta untuk semua pihak berhati-hati dalam menuduh pihak nan bertanggung jawab.

"Hizbullah membantah segala keterkaitan dengan kejadian nan terjadi dengan pasukan UNIFIL di wilayah Ghandouriyeh-Bint Jbeil," kata Hizbullah dalam pernyataan nan diterbitkan AFP.

Tentara Prancis Kedua nan Gugur

Tentara Prancis nan gugur saat menjalankan misi UNIFIL itu adalah sersan staf Florian Montorio. Ia menjadi tentara Prancis kedua nan tewas dalam menjaga perdamaian.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin menuturkan Montorio terjebak dalam penyergapan saat unitnya menuju pos terdepan UNIFIL. Dia meninggal lantaran tembakan langsung.

Vautrin mengatakan pos terdepan nan mereka tuju telah terputus selama beberapa hari lantaran pertempuran di wilayah tersebut.

"Penyergapan itu dilakukan oleh golongan bersenjata dari jarak nan sangat dekat," katanya.

Vautrin menambahkan bahwa Montorio sempat diberikan pertolongan oleh rekan-rekannya. Namun, nyawanya tidak selamat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan