Pamer Koleksi One Piece dan Dragon Ball Mahal, Logan Paul Kena Ulti IShowSpeed

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Logan Paul dapat sertifikat Guinness World Records. Foto: Instagram/@guinnessworldrecords

Di era ketika fandom bukan lagi sekadar kegemaran tapi juga aset, satu postingan dari Logan Paul kembali memantik obrolan panjang di internet. Bukan soal kontroversi biasa, melainkan tentang dua perihal nan sekarang makin susah dipisahkan: kecintaan pada pop culture dan nilai investasi nan melekat padanya.

Lewat unggahan terbarunya, Logan Paul memamerkan koleksi manga langka dengan status nyaris 'holy grail', ialah jenis perdana One Piece Chapter One dengan grading tinggi. Selain itu dia juga memamerkan debut Dragon Ball Chapter One nan apalagi disebut sebagai satu-satunya dengan nilai terbaik di dunia. Bagi kolektor, ini adalah artefak sejarah pop culture.

Namun, internet tak pernah diam. Komentar tajam datang dari streamer IShowSpeed nan dengan santuy menulis: “you dont know sh*t about one piece.” Sebuah kalimat pendek nan langsung meledak jadi bahan perdebatan tentang apakah Logan Paul betul-betul 'fan' alias sekadar penanammodal nan ikut tren?

Antara Passion dan Portofolio

Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam langkah generasi sekarang memandang koleksi pop culture. Apa nan dulu dianggap niche seperti manga, kartu trading dan komik, sekarang telah naik kelas menjadi instrumen investasi alternatif.

X post embed

Ambil contoh ledakan nilai kartu Charizard dari Pokémon. Dalam beberapa tahun terakhir, kartu jenis langka bisa terjual hingga miliaran rupiah. Logan Paul sendiri pernah jadi bagian dari hype ini, apalagi ikut mendorong nilai pasar lewat konten unboxing dan pembelian spektakuler.

Hal nan sama sekarang mulai terjadi di bumi manga. Edisi pertama, cetakan awal, hingga kondisi bentuk (grading) menjadi aspek krusial dalam menentukan nilai. Seperti bumi sneaker alias kartu olahraga, kelangkaan dan nostalgia adalah rumus untuk mendapatkan nilai fantastis.

Youtuber Amerika Serikat, Darren Jason Watkins Jr namalain IShowSpeed. Foto: Kenzo Tribouillard/AFP

One Piece: Lebih dari Sekadar Manga

Tak bisa dimungkiri, One Piece adalah raksasa dalam industri ini. Dengan penjualan lebih dari 600 juta kopi, karya Eiichiro Oda bukan hanya cerita petualangan, tapi juga simbol generasi. Kemunculan pertama Monkey D. Luffy di chapter awal sekarang mempunyai nilai historis nan setara dengan first appearance superhero dalam komik Barat.

Sementara itu, Dragon Ball karya Akira Toriyama punya posisi serupa dan apalagi lebih fundamental. Tanpa Goku dan Bulma, mungkin tidak bakal ada gelombang dunia anime seperti sekarang.

"Komentar IShowSpeed sebenarnya membuka obrolan nan lebih dalam tentang gatekeeping dalam fandom. Apakah seseorang kudu betul-betul 'paham' untuk boleh mempunyai alias mengoleksi sesuatu? Atau cukup punya duit dan minat?" kata Tian, fans manga, saat berbincang dengan kumparan.

Ilustrasi pameran One Piece. Foto: kuremo/Shutterstock.

Di satu sisi, purist melihat ini sebagai komersialisasi berlebihan, ketika orang luar masuk hanya untuk 'flip' alias meningkatkan nilai aset. Di sisi lain, exposure dari figur besar seperti Logan Paul justru memperluas audiens dan membawa manga ke level mainstream yang lebih tinggi.

"Ya, memang ada baik-buruknya. Terutama juga banyak fan nan bukan sekadar penanammodal ikut dapat benefit dari kenaikan nilai aset koleksinya," tambah dia.

Era Baru Koleksi Pop Culture

Kita sedang hidup di masa ketika pemisah antara fan dan penanammodal semakin kabur. Dari kartu Pokémon, sneakers, hingga manga, semuanya sekarang berada dalam ekosistem hype nan sama.

Dan mungkin, itulah inti dari cerita ini: bukan soal siapa nan paling mengerti One Piece, tapi gimana sebuah karya bisa berevolusi dari intermezo menjadi simbol status, apalagi aset berbobot tinggi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan