Pabrik Melamin Rp 10 T Dibangun di Gresik, Buka 1.000 Lapangan Kerja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Pembangunan pabrik melamin senilai US$ 600 juta alias Rp 10,26 triliun (kurs Rp 17.100) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik dinilai bakal memperkuat struktur industri kimia nasional.

Proyek ini diharapkan mendorong pengembangan industri rendah emisi di Indonesia. Pabrik nan dikembangkan oleh Golden Elephant (GEABH) ini merupakan salah satu akomodasi melamin terbesar di bumi dan dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan gas alam menjadi amonia, urea, hingga melamin.

Pengembangan proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pedoman industri berbasis sumber daya alam, sekaligus mendukung transisi menuju industri nan lebih efisien dan berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hemat Energi

Chairman Golden Elephant (GESC), Lei Lin, menyampaikan bahwa proyek ini mengusung pendekatan industri kimia berbasis ekonomi sirkular dengan support teknologi proses generasi terbaru.

"Kami memandang JIIPE sebagai area strategis untuk menghadirkan rantai industri kimia terintegrasi berbasis ekonomi sirkular di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan industri dalam negeri, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan kerja sama industri lintas negara," jelas Lei Lin dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, penerapan teknologi tersebut memungkinkan efisiensi daya hingga 30% lebih rendah dibandingkan standar industri global, serta optimasi pemanfaatan produk samping melalui proses daur ulang, sehingga mendukung pengembangan industri kimia rendah karbon.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS)-JIIPE Bambang Soetiono, menegaskan bahwa kelebihan JIIPE terletak pada integrasi area nan bisa mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan industri.

"JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end, mulai dari kesiapan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi nan lebih tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan," ujarnya.

1.000 Lapangan Kerja

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menilai proyek ini bakal memperkuat ketahanan industri kimia serta menjadi tonggak krusial dalam kerja sama ekonomi kedua negara.

"Pengembangan rantai industri melamin di JIIPE bakal memperkuat pasokan produk kimia strategis, mendukung industrialisasi Indonesia, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional," ujar Wang Lutong.

Dengan support prasarana terintegrasi, termasuk pelabuhan laut dalam, serta status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, JIIPE dinilai mempunyai posisi strategis dalam mendorong pengembangan industri berbasis efisiensi energi, nilai tambah, dan keberlanjutan.

Proyek ini juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja serta mendorong penguatan ekosistem industri hulu dan hilir, termasuk sektor pertanian, manufaktur, dan logistik.

(ily/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance