Kabar duka kembali menyelimuti bumi intermezo Tanah Air. Mantan gitaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono, meninggal dunia pada Sabtu (18/4) kemarin.
Ketika dihubungi kumparan, personil AKSI Bersatu, Ari Bias, mengonfirmasi berita tersebut. Ari menjelaskan bhawa jenazah Ndhank bakal dimakamkan dan disemayamkan di Manado.
''(Disemayamkan dan dimakamkan) di Manado," ungkap Ari kepada kumparan, Minggu (19/4).
Dalam kesempatan itu, Ari kemudian juga sempat menjelaskan sosok Ndhank. Ari Bias mengenal sosok Ndhank secara langsung ketika mereka berasosiasi di organisasi AKSI.
Menurut Ari, Ndhank merupakan sosok nan konsisten. Terutama dalam perihal memperjuangkan kewenangan cipta atas karyanya.
"Saya kenal Ndhank almarhum sejak beliau berasosiasi dengan AKSI. Ndank sosok nan konsisten dalam memperjuangkan dan menyuarakan mengenai kewenangan cipta," ujar Ari.
"Ndhank pernah menjadi rumor utama kewenangan cipta mengenai perjuangannya atas haknya di lagu 'Mungkinkah' nan pernah dipopulerkannya berbareng band Stinky di tahun 90an," tambahnya.
Bersama Andre Taulany (vokal), Helman Maulana (Nano-gitar), Irwan Batara (bass), dan Edy Suryo Triputranto (drum), Ndhank mendirikan Stinky di tahun 1992. Ndhank juga merupakan sosok di kembali terciptanya karya fenomenal Stinky seperti Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·