Nasib Tanker Pertamina Usai Selat Hormuz Ditutup Lagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Setelah sempat dibuka, Selat Hormuz sekarang kembali ditutup oleh Iran. Lalu gimana nasib dua kapal tanker milik Pertamina?

Dirangkum detikcom, Minggu (19/4/2026), Iran sempat membuka Selat Hormuz pada Jumat (17/4) usai tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. PT Pertamina International Shipping (PIS) pun segera menyiapkan rencana pelayaran (passage plan) untuk dua kapal Pertamina nan tertahan di Selat Hormuz agar dapat segera berlayar usai dibukanya jalur laut tersebut.

"Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran nan kondusif agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz," kata Pejabat Sementara Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita, dilansir Antara, Sabtu (18/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, dua kapal tanker nan beraksi untuk Pertamina terdeteksi tetap berada di wilayah Teluk Persia, menurut situs pencari perjalanan kapal Vessel Finder hingga pekan lalu. Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi; sementara Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

Ia mengungkapkan persiapan nan dilakukan pihaknya meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta rencana kontingensi. Pihaknya, terus aktif berkoordinasi dengan beragam pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI nan secara intensif membantu komunikasi via jalur diplomatik dengan otoritas terkait, kata dia.

Vega mengungkapkan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas setempat guna memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik.

"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya," kata Vega.

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Namun, baru beberapa jam setelah dibuka, Iran rupanya kembali menutup Selat Hormuz, pada Sabtu (18/4). Hal ini disampaikan komando militer pusat Iran beberapa jam setelah membuka kembali selat tersebut, dengan lebih dari selusin kapal komersial telah melewati jalur air vital tersebut.

Dalam pernyataan nan disiarkan di televisi pemerintah Iran, komando militer Iran mengatakan Washington telah melanggar janji dengan melanjutkan blokade angkatan lautnya terhadap kapal-kapal nan berlayar dari dan ke pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal nan mengunjungi Iran, situasi di Selat Hormuz bakal tetap dikendalikan secara ketat," demikian pernyataan tersebut, dilansir instansi buletin AFP, Sabtu (18/4).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa dia berencana untuk mempertahankan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, jika kesepakatan tenteram dengan Teheran tidak tercapai. Dia menambahkan bahwa dia mungkin tidak bakal memperpanjang gencatan senjata setelah berakhir.

Selat Hormuz sempat dibuka setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Namun, Teheran menakut-nakuti bakal menutup kembali alur air vital itu jika blokade AS berlanjut.

Sementara itu, gencatan senjata antara Teheran dan Washington bakal berhujung pada hari Rabu mendatang.

"Mungkin saya tidak bakal memperpanjangnya, tetapi blokade bakal tetap berlaku," kata Trump kepada wartawan, dilansir Al Arabiya, Sabtu (18/4/2026), ketika ditanya apakah gencatan senjata bakal diperpanjang.

Ketika ditanya tentang kemungkinan kesepakatan tenteram dengan Iran, Trump berkata, "Saya pikir itu bakal terjadi."

(amw/amw)


Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News