Momen Unik Robot Humanoid Uji Lari Half-Marathon di China, Siap Tanding 21 KM

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Sebuah robot humanoid Unitree Robotics berperan-serta dalam lomba lari 400 meter di arena World Humanoid Robot Games perdana di National Speed Skating Oval di Beijing, China (15/8/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS

Pemandangan unik tersaji di jalanan Beijing, China, ketika puluhan robot humanoid menjalani uji coba half-marathon dengan berlari kencang seperti manusia sungguhan. Uji coba ini bagian dari persiapan arena half-marathon robot humanoid 2026 di area Beijing E-Town Economic and Technological Development Area.

Simulasi berjalan dari 11 April malam hingga 12 April 2026 awal hari, menjelang lomba resmi nan dijadwalkan pada 19 April mendatang. Uji coba ini menyimulasikan beragam skenario penting, mulai dari navigasi lintasan, pengaturan jadwal, koordinasi peralatan, hingga penanganan kondisi darurat. Tujuannya memastikan kejuaraan melangkah lancar dan aman.

Lebih dari 70 tim ikut ambil bagian, termasuk empat tim internasional. Robot nan diuji terdiri dari dua kategori utama, ialah robot dengan navigasi otonom dan robot nan dikendalikan jarak jauh. Seluruhnya diuji dalam kondisi malam hari.

Ajang ini disebut sebagai maraton robot humanoid pertama di dunia. Tahun ini, jumlah peserta meningkat signifikan dengan lebih dari 100 tim, nyaris lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Kompetisi dibagi menjadi dua kategori utama: navigasi otonom dan kendali jarak jauh, dengan tim navigasi otonom mencapai nyaris 40 persen dari total peserta.

instagram embed

Dalam uji coba, robot mengikuti rute penuh sepanjang 21 kilometer, dengan sistem waktu, patokan lintasan, dan support teknis nan sama seperti kejuaraan resmi. Lintasan mencakup jalan perkotaan hingga area taman ekologis.

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah penggunaan teknologi navigasi otonom dalam skala besar. Robot dituntut bisa mengenali dan merespons lingkungan nan kompleks dan dinamis, nan memerlukan keahlian komputasi tinggi.

Selain itu, lomba jarak jauh menjadi ujian besar bagi daya tahan baterai dan manajemen energi. Robot juga kudu menjaga keseimbangan bergerak serta kontrol mobilitas nan presisi, dengan penyesuaian posisi tubuh dalam hitungan milidetik agar tidak terjatuh.

Penyelenggara juga memperbarui izin kejuaraan dengan sejumlah pengetatan, termasuk, pembatasan intervensi manusia, prosedur start dan lari nan lebih terstandar, sistem penilaian dan penalti nan lebih jelas, pengelolaan logistik dan peralatan nan lebih rapi, dan protokol keselamatan dan tanggap darurat nan lebih kuat.

Saat ini, kecepatan robot dalam jarak pendek telah meningkat signifikan. Beberapa tim apalagi diperkirakan bisa mencapai waktu finis setara atlet manusia elit.

Pelaksanaan maraton resmi ini dinilai menjadi tonggak krusial bagi industri robotika. Ajang ini tidak hanya menguji keahlian teknologi terbaru, tetapi juga mempercepat transisi robot humanoid dari sekadar prototipe laboratorium menjadi solusi nan siap digunakan di bumi nyata.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan