Warga berjibaku membawa jenazah dengan tandu melewati jalan rusak nan berlumpur. Tak hanya di situ, penduduk terpaksa menandu jenazah sejauh 10 km menuju letak lantaran kondisi jalan rusak parah dan terisolir.
Ini terjadi di jalan poros Simbuang–Mappak di Kecamatan Simbuang. Ruas jalan ini berada di wilayah barat Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan berbatasan dengan Pinrang, Enrekang, serta Mamasa.
Jenazah diantar dari Kota Makassar menuju Kecamatan Simbuang terpaksa ditandu oleh family dan penduduk sejauh kurang lebih 10 km. Hal itu dilakukan lantaran kondisi jalan nan rusak parah dan tetap berupa tanah, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
"Proses pengantaran jenazah berjalan penuh perjuangan. Warga kudu bergantian menandu peti, apalagi beberapa kali berakhir untuk beristirahat akibat kelelahan," ujar Ketua Umum IPPEMSI Makassar, Agung Belo Rapa saat, Kamis (9/4/2026).
"Kondisi semakin susah saat hujan turun. Jalan menjadi licin dan berlumpur, membikin kendaraan seperti motor trail hingga mobil double cabin pun kerap tidak bisa menembus jalur tersebut," tambah Agung.
Masalah prasarana di ruas ini sejatinya bukan perihal baru. Wacana perbaikan jalan Simbuang–Mappak sudah berulang kali mencuat, tapi hingga sekarang belum terealisasi.
Tak hanya jalan poros provinsi nan memprihatinkan, sejumlah ruas jalan juga tetap banyak nan belum tersentuh perbaikan.
"Pada 2024 dan 2025, dilaporkan seorang ibu mengandung terpaksa melahirkan di jalan saat hendak menuju akomodasi kesehatan di kota. Bayi nan dilahirkan saat itu meninggal bumi lantaran ambulans tidak bisa melewati medan jalan nan rusak," tutur Agung.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·