Ada pun, lanjut Amran, dalam menjaga produktivitas pertanian, Mentan mengatakan, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk program irigasi melalui pompanisasi dan support bibit unggul sebagai langkah strategis menghadapi potensi kekeringan akibat kejadian Godzilla El Nino.
"Dari total anggaran tersebut, pemerintah menggelontorkan lebih dari Rp 3 triliun unik untuk penguatan prasarana irigasi, termasuk pompanisasi dan optimasi sumber air bagi lahan pertanian di wilayah rawan kekeringan," terang dia.
Selain itu, menurut Amran, pemerintah juga menjalankan program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare guna memperluas area tanam dan meningkatkan kapabilitas produksi pangan nasional secara berjenjang dan berkelanjutan.
"Program irigasi nan diperkuat mencakup pengelolaan lahan hingga 1,5 juta hektare di seluruh Indonesia melalui beragam metode, termasuk pompanisasi, pemanfaatan sungai, embung dan sumber air lainnya," kata dia.
Menurut Amran, dalam implementasinya, pemerintah telah membuka pendaftaran support pompa air sebanyak 80 ribu unit nan ditargetkan bisa menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan sawah terdampak kekeringan.
"Selain pompanisasi, pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp2 triliun untuk penyediaan bibit unggul tahan kekeringan guna mendukung peningkatan indeks pertanaman di beragam wilayah," ucap dia.
"Benih tersebut dirancang untuk mempercepat masa tanam serta memungkinkan petani meningkatkan gelombang tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun," jelas Amran.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·