Maybank Marathon 2026 Digelar di Bali, Pelari Diajak Latihan Lewat RTMM

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Pembukaan program Road To Maybank Marathon 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

PT Bank Maybank Indonesia Tbk kembali menggelar program Road to Maybank Marathon 2026 (RTMM 2026) sebagai rangkaian persiapan menuju arena Maybank Marathon nan bakal berjalan pada 23 Agustus 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali.

Program ini menyasar pelari dari beragam level, dengan konsentrasi pada latihan nan terarah, pengelolaan nutrisi, serta aspek keselamatan selama berlari. RTMM 2026 bakal berjalan mulai 3 Mei hingga 16 Agustus di enam kota, ialah Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan mengatakan, arena ini merupakan lomba lari bertaraf internasional dengan predikat Elite Label Road Race dari World Athletics, nan menekankan performa sekaligus keselamatan pelari.

“Elevasi dan kelembapan di Bali merupakan tantangan nyata. Karena itu, kami membujuk pelari untuk mempersiapkan diri dengan baik melalui rangkaian program Road to Maybank Marathon agar dapat menjalani lomba secara optimal dan aman,” tutur Bambang saat di aktivitas RTMM di Plaza Senayan, Kamis (30/4).

Ia menyebut, tetap banyak pelari nan belum mempunyai akses ke program latihan nan terstruktur, sehingga persiapan kerap dilakukan secara berdikari tanpa pedoman nan memadai.

“Di tengah semakin banyaknya arena lari saat ini, kami memandang tetap adanya kesenjangan dalam akses terhadap program latihan nan terstruktur dan tepat. Banyak pelari berlatih secara berdikari tanpa pedoman nan memadai, apalagi baru memulai persiapan secara serius menjelang hari lomba. Di sinilah RTMM menjadi relevan sebagai corak tanggung jawab kami untuk mendampingi pelari melalui proses persiapan nan betul dan terukur,” tutup Bambang.

Dalam program ini, peserta bakal mengikuti beragam sesi latihan seperti coaching clinic, long run, strength training, hill training, hingga heat adaptation.

Pelatih dari adidas Runners Jakarta, Aditya Madya Pamungkas, mengingatkan pentingnya latihan nan tepat agar performa meningkat tanpa meningkatkan akibat cedera.

“Latihan nan betul bakal meningkatkan performa sekaligus menurunkan akibat cedera. Namun, tetap banyak pelari nan berpikir semakin banyak mileage semakin baik, padahal overtraining tanpa recovery justru rawan bagi tubuh,” ujar Coach Dodit pada kesempatan nan sama.

Ia juga menekankan pentingnya memahami kondisi tubuh selama latihan.

“Kenali tanda tubuh belum siap, dan tahu kapan kudu berhenti. Itu bagian dari training nan benar,” tambahnya.

Menurut Dodit, kesalahan umum pelari antara lain mengabaikan recovery, kurang melakukan strength training, hingga mengikuti pace orang lain tanpa menyesuaikan keahlian pribadi.

“Setiap training plan itu personal. Recovery, mobility, dan rest day adalah bagian krusial dari latihan. Untuk menghadapi cuaca dan rute di Bali, pelari juga perlu melakukan hill training, heat adaptation, dan strength training agar tubuh lebih stabil sepanjang berlari,” jelasnya.

Sementara itu, Coach Matias Ibo menyoroti pentingnya strategi nutrisi dan manajemen daya sejak masa latihan hingga hari lomba.

“Latihan nan baik bukan hanya soal meningkatkan volume alias kecepatan, tetapi juga gimana pelari menjaga kondisi tubuh, mulai dari sebelum berlari hingga setelah mencapai garis finis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemahaman nutrisi menjadi aspek krusial dalam menjaga daya tahan saat berlari.

“Gel, elektrolit, dan carb-loading bukan mitos. Pemahaman nutrisi nan tepat bakal menentukan daya tahan pelari. Semua pelari bakal mengalami fase ‘hitting the wall’, namun mereka nan finish strong adalah mereka nan tahu kapan kudu push through dan kapan kudu pull through,” tambah Coach Matias.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan