Mark Ruffalo Sebut Merger Paramount Skydance-Warner Bros. Bakal Picu PHK Massal

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Mark Ruffalo. Foto: Instagram/@markruffalo

Mark Ruffalo mengkritik pengambilalihan Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance. Ruffalo mengingatkan akibat negatif nan ditimbulkan jika proses akuisisi tersebut betul terjadi.

Pemeran Hulk itu termasuk dalam lebih dari 3.000 penandatangan surat terbuka nan berupaya memblokir kesepakatan tersebut. Mark Ruffalo menilai bahwa proses akuisisi tersebut bakal berakibat negatif bagi industri intermezo hingga kebebasan pers

“Kita tidak perlu menonton ‘Citizen Kane’ alias membaca ‘1984’ untuk memahami bahwa kendali oligarki terkonsentrasi nan diwakili oleh penggabungan ini merupakan ancaman bagi kebebasan pers, masyarakat nan terinformasi, dan kerakyatan itu sendiri,” kata Ruffalo dikutip Variety.

Dalam kesempatan itu, Ruffalo juga sempat mengutip klaim CEO Paramount Skydance, David Ellison, nan mengatakan bahwa perusahaan campuran tersebut bakal merilis 30 movie per tahun. David mengeklaim bahwa rencana tersebut bakal membuka jalan bagi para seniman untuk berkarya.

Ruffalo menekankan agar publik khususnya para pekerja seni tak termakan dengan janji tersebut. Mengingat proses akuisisi tersebut juga bakal berakibat pada kondisi finansial perusahaan tersebut.

Ilustrasi paramount pictures. Foto: Twin Design/Shutterstock

“Jangan percaya janji-janji kosong dari para miliarder nan didorong oleh keserakahan dan ideologi nan merusak," kata Ruffalo.

"Jangan percaya bahwa perusahaan baru ini entah gimana bakal membikin lebih banyak movie dengan duit nan lebih sedikit dan utang nan jauh lebih banyak. Sebaliknya, Anda kudu percaya pada persaingan," tambahnya.

Picu PHK Massal

Ruffalo menekankan bahwa pengakuisisian tersebut tak hanya sekadar menakut-nakuti mata pencaharian para pekerja seni. Lebih dari itu, jika pengakuisisian itu betul terjadi maka jalannya industri intermezo juga bakal terancam.

Menurutnya proses pengakuisisian tersebut jelas bakal memicu PHK massal, khususnya di industri hiburan.

"Pola ini terdokumentasi dan dapat diprediksi berulang dalam pengumuman penggabungan, janji efisiensi, kemudian PHK massal dan pemotongan produksi," tandasnya.

Ancam Kebebasan Pers

Mark Ruffalo. Foto: Instagram/@markruffalo

Ruffalo juga mengatakan bahwa puluhan ribu ahli media bakal berisiko kehilangan pekerjaan mereka lantaran proses pengakuisisian tersebut. Dia juga menyoroti pernyataan Menteri Pertahanan Pete Hegseth nan mendorong agar proses akuisisi tersebut segera terjadi.

"Menimbulkan kekhawatiran tentang organisasi buletin nan tunduk pada pemerintahan Donald Trump," tandasnya.

Sebelumnya, Paramount, perusahaan media nan didukung oleh family Ellison, mengusulkan proposal pembelian langsung kepada para pemegang saham seharga 30 dolar AS per saham (sekitar Rp 477.000). Jika ditotal, tawaran Paramount untuk WB berbobot Rp 1.801 triliun.

Tawaran ini bermaksud mengambil alih seluruh upaya Warner Bros., termasuk jaringan televisinya. Langkah ini dinilai sebagai upaya berani untuk membatalkan kesepakatan Warner Bros. dengan Netflix.

Paramount mengeklaim proposal mereka adalah pengganti nan lebih unggul dibandingkan Netflix lantaran dua argumen utama. Pertama, mereka memberikan lebih banyak duit tunai di muka kepada pemegang saham. Kedua, kesempatan lebih besar bagi Paramount untuk disetujui oleh regulator (pemerintah).

Presiden AS Donald Trump sempat berkomentar bahwa transaksi Netflix dan Warner Bros. bisa jadi masalah lantaran rumor monopoli, mengingat besarnya ukuran kedua perusahaan tersebut.

Sementara, Paramount adalah pelaku intermezo nan lebih kecil, nan dikenal dengan merek seperti CBS News, Nickelodeon, dan Mission Impossible.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan