Manoj Singgung Persaingan Film Lebaran di RDPU: Ekosistem Kita Sudah Baik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Manoj Punjabi Foto: Munady

Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja produktivitas dan pengedaran movie Nasional di Gedung Parlemen, Rabu (8/4). Produser dan CEO MD Pictures, Manoj Punjabi, memberikan pandangan soal dinamika industri perfilman Tanah Air.

Manoj menekankan pentingnya membiarkan sistem pasar bekerja secara alami tanpa adanya intervensi alias pengaturan nan terlalu kaku.

Manoj berpendapat, kesuksesan movie tidak bisa dipaksakan hanya melalui pengaturan jumlah layar bioskop. Ia menilai upaya membantu sebuah movie dengan langkah memberikan jatah layar nan masif sering tidak membuahkan hasil nan diharapkan.

"Pentingnya di upaya ini, jika kita terlalu atur settingan, jadi orang nan dibantu belum tentu menang," ujar Manoj.

Ia memberikan ilustrasi mengenai kejadian "film titipan" nan kadang dipaksakan mendominasi layar bioskop. Menurutnya, perihal tersebut sia-sia andaikan tidak dibarengi minat masyarakat.

"Kita ada movie titipan. Wah, ini movie kudu dikasih 2.000 layar dari 2.300 layar. Enggak ada gunanya. Ini biarin alam nan menentukan," tegas Manoj.

Lebih lanjut, Manoj menjelaskan, promosi besar-besaran dengan biaya dahsyat pun bukan agunan sebuah movie bakal laku di pasaran. Baginya, keputusan akhir tetap berada di tangan penonton.

"Kita mau Rp 100 miliar buang untuk promosi, jika orang enggak mau nonton, tetap tidak mau nonton. Contohnya, movie Ahlan Singapore, saya kasih tiket cuma-cuma pun mereka enggak mau nonton," tutur Manoj.

Manoj menekankan karakter industri movie nan penuh ketidakpastian. Ia menyebut, setiap produser sudah mengerti akibat nan ada di upaya ini.

"Jadi movie itu sangat ekstrem. Ada satu perihal nan pasti di film, itu ketidakpastian. Dan kami di sini sudah tahu risikonya," jelas produser movie Danur tersebut.

Singgung Persaingan Film Lebaran

CEO MD Pictures, Manoj Punjabi Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Manoj menyoroti persaingan sengit nan terjadi pada momen libur Lebaran, di mana ada enam movie nasional nan bersaing memperebutkan hati penonton. Film-film tersebut berasal dari beragam rumah produksi dengan aliran nan beragam.

Manoj juga mengapresiasi pihak eksibitor alias bioskop nan memberikan ruang bagi produser baru, seperti pada kasus movie Pelangi di Mars. Ia memandang perihal ini sebagai bukti bahwa sistem pengedaran saat ini sudah cukup adil.

"Pelangi di Mars itu produser belum bisa bayangkan dia bisa dapat tanggal spesial di tanggal Lebaran. Dan pihak XXI kasih kesempatan itu ke Pelangi di Mars," papar Manoj.

Manoj memaparkan info keberhasilan movie nasional nan bisa meraih jutaan penonton sebagai bukti bahwa ekosistem saat ini sudah melangkah dengan baik.

"Maksudnya, ini alam nan menentukan. Jadi ekosistem kita sudah baik di sini. Itu maksud saya," pungkas Manoj Punjabi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan