Aktor sekaligus sutradara Muhadkly Acho berkedudukan sebagai Pak Guru dalam movie terbaru MD Pictures garapan Hanung Bramantyo, Children Of Heaven.
Bagi sutradara nan disapa Acho ini, setiap tawaran akting nan datang bukan sekadar pekerjaan, melainkan kesempatan emas memperdalam pengetahuan penyutradaraan.
"Untuk ningkatin tingkat pendidikan movie gue gitu. Pekerjaan itu menuntut untuk punya banyak pengetahuan lebih gitu," ujar Muhadkly Acho di MD Place, Jakarta Selatan.
Bagi sutradara movie Agak Laen ini, berakting di bawah pengarahan sutradara lain adalah metode belajar nan paling efektif dan menyenangkan. Ia bisa memandang langsung para sineas senior, termasuk saat dia terlibat dalam proyek berbareng Hanung Bramantyo.
"Jadi dengan bermain sebagai tokoh jadi satu langkah belajar nan menyenangkan lantaran bisa langsung ketemu sama banyak sutradara kayak Mas Hanung. Jadi bisa ikutan belajar gimana sutradara lain gitu punya visi, langkah dia direct," ujarnya.
Acho merasa lebih bisa menjembatani komunikasi antara kebutuhan sutradara dan kenyamanan pemain di letak syuting.
"Belajar sembari kerja, jadinya bisa mengerti di dua sisi gitu. Ketika jadi mode pemain sama jadi sutradara tuh jadi sama-sama tahu sutradara maunya apa, pemain maunya apa, jadi bisa lebih mengerti satu sama lain," tambah Acho.
Curi Ilmu Hanung Bramantyo
Salah satu pelajaran paling berbobot nan Acho "curi" dari Hanung Bramantyo adalah teknik menangani tokoh anak-anak. Acho memperhatikan, pendekatan Hanung berbeda jauh dengan caranya mengarahkan tokoh dewasa.
"Yang paling terasa waktu dia direct anak-anak. Cara direct orang dewasa sama anak-anak tuh rupanya memang berbeda gitu," jelas Acho.
Acho menyebut ada momen di letak syuting di mana seorang tokoh anak kesulitan mengeluarkan air mata lantaran kelelahan. Di saat itulah, dia memandang Hanung menggunakan teknik ilmu jiwa suasana.
"Kadang Mas Hanung masuk ke ruangan terus dia langsung pura-pura marah, teriak bikin suasananya jadi mencekam sehingga si anak ini juga jadi sadar," ucap Acho.
"Memang bukan dia nan dimarahi, tapi suasananya jadi begini nih. Kayak apa gara-gara gue nih Mas Hanung jadi marah teriak-teriak gitu," kenang Acho.
Teknik itu rupanya sukses memancing emosi alami sang anak tanpa perlu bersenggolan langsung. Hasilnya, akting nan dihasilkan sang anak jadi organik.
"Jadinya dia jadi langsung terpancing lagi, tiba-tiba, langsung air matanya keluar semua. Jadi enggak kudu ke anaknya, tapi rupanya ke sekelilingnya, tapi anak ini bisa impact tanpa kudu memberikan rasa trauma ke anak ini gitu," tutup Acho.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·