Krisis Energi, Pakistan Terpaksa Berburu LNG Mahal di Pasar Spot

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sebuah family makan malam di rumah dengan penerangan senter ponsel selama pemadaman listrik di Islamabad, Pakistan, Rabu (15/4/2026). Foto: Aamir Qureshi/AFP

Pakistan tengah berupaya membeli gas alam cair alias LNG dari pasar spot nan mahal untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.

Mengutip Bloomberg, langkah ini diambil saat pemerintah bergegas mengatasi kekurangan daya akut nan dipicu oleh bentrok di area Timur Tengah.

Perusahaan milik negara Pakistan LNG Ltd merilis tender pembelian nan jarang terjadi untuk tiga pengiriman LNG. Pengiriman tersebut direncanakan untuk periode akhir April sampai pertengahan Mei 2026.

"Berdasarkan pemberitahuan di situs resminya, para pemasok diminta untuk menyerahkan penawaran paling lambat pada Jumat 24 April 2026," tulis laporan Bloomberg seperti nan dikutip kumparan, Kamis (23/4).

Pakistan merupakan negara nan mendapatkan nyaris seluruh pasokan LNG dari Qatar pada tahun lalu. Namun, negara tersebut dilaporkan belum menerima satu pun pengiriman sejak awal Maret 2026.

Kondisi ini terjadi tak lama setelah Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran nan kemudian diikuti oleh penutupan Selat Hormuz oleh pihak Teheran.

Selain itu, Qatar juga terpaksa menutup akomodasi ekspor LNG terbesar di bumi akibat serangan Iran dan membatalkan pengiriman ke para pelanggannya.

Seorang pengendara mobil melintas di dekat sebuah apartemen saat pemadaman listrik di Islamabad, Pakistan, Rabu (15/4/2026). Foto: Aamir Qureshi/AFP

Kekurangan pasokan gas ini telah memicu pemadaman listrik secara luas di seluruh wilayah Pakistan. Situasi tersebut menjadi ancaman signifikan bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Keputusan untuk membeli kargo dari pasar spot muncul lantaran pasokan LNG tetap terjebak di area Teluk Persia. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur air vital bagi sekitar seperlima pasokan LNG dunia nan saat ini praktis tertutup bagi lampau lintas bahan bakar sejak perang dimulai.

Data pencarian kapal menunjukkan terdapat empat tanker LNG nan telah memuat pasokan di Qatar lebih dari sebulan lampau namun tetap tertahan di Teluk.

Kapal kapal tersebut memberikan sinyal bahwa Pakistan adalah tujuan pengiriman berikutnya. Tiga dari kapal itu terpantau sempat mendekati Selat Hormuz pada akhir pekan lampau sebelum akhirnya berbalik arah dan sekarang kembali berada di dekat perairan Qatar.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan