Kondisi Anak Korban Daycare Little Aresha: Luka di Tubuh hingga Paru-paru Basah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha Yogya, Noorman Windarto. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogya diungkap kepolisian. Sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha, Noorman Windarto, mengatakan anaknya mengalami pneumonia hingga luka-luka di tubuh.

Pneumonia alias paru-paru basah adalah jangkitan dan peradangan akut pada jaringan paru-paru, biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, alias jamur.

Anak Noorman divonis menderita pneumonia sejak usia 3 bulan.

"Kita nggak nyangka kondisi di sana (daycare nan jadi penyebabnya)," kata Noorman saat pertemuan dengan orang tua korban daycare di rumah dinas Wali Kota Yogyakarta, Minggu (26/4).

Orang tua korban Daycare Little Aresha berjumpa Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (26/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Noorman mengatakan anaknya mengalami pneumonia serta luka-luka di bibir dan punggung.

"Luka-luka di punggung, di bibir, kemudian ada di selangkangan, ada di tubuh," katanya.

Luka itu kemudian dikonfirmasi ke pihak daycare. Mereka selalu menyatakan luka tersebut sudah ada sejak dari rumah. Padahal, tak ada kejadian apa pun di rumah.

"Kalau nan punggung sama bibir itu, saya sangat konsen, saya kadang-kadang mandiin, wong punggung itu enggak ada (luka) sama sekali. Kalau luka goresan dan lain-lain, pas di daycare itu langsung kaya difoto sama ya, kata sekolah, "Ini, adik sudah luka dari rumah, lho." Itu mulai janggal," katanya.

"Yang kedua juga sama, bibir, bibir sampai ngelopek-ngelopek itu tetap ada kayak jejak merah-merah. Saya juga enggak mungkin ini dirumah nggak apa-apa," katanya.

Suasana Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta nan digerebek polisi mengenai kasus kekerasan dan penelantaran anak. Foto: Panji/kumparan

Video Anak Diikat

Usai penyergapan kemarin, Noorman sempat memandang foto nan ditunjukkan polisi. Foto itu membuktikan adanya kekerasan di daycare tersebut.

"Pas anak-anak tetap diikat dan tidak pakai baju hanya pakai popok. Ada nan tetap berdiri di cagak pintu. Usianya udah besar terus apa namanya diikat. Terus nan dibedong," katanya.

Pada foto bayi nan dibedong, Noorman sempat berupaya memastikan apakah ada anaknya dalam foto tersebut. Namun, saat itu kondisi dirinya sudah panik dan tidak bisa memastikannya.

"Saya juga akhirnya trauma, trauma di situ, jika lihat itu (foto) pasti nangis," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan