
Sir Alex Ferguson berbareng Cristiano Ronaldo. (Foto: Instagram/manutd)
HUBUNGAN antara Sir Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo sering kali digambarkan lebih dari sekadar hubungan antara pembimbing dan pemain. Selama enam tahun kebersamaan mereka di Manchester United (2003–2009), keduanya sukses menyapu bersih beragam trofi bergengsi, termasuk tiga gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions.
Ferguson adalah sosok kunci nan memoles talenta muda dari Sporting Lisbon tersebut hingga menjadi pemenang Ballon d'Or pada 2008. Namun, di kembali gambaran Ferguson nan keras, terselip sebuah momen emosional nan jarang diketahui publik.
Sang manajer legendaris asal Skotlandia itu mengakui perpisahannya dengan Ronaldo pada tahun 2009 adalah momen nan sangat menyentuh sisi kemanusiaannya.
1. Ikatan Emosional
Ronaldo sering menyebut Ferguson sebagai sosok ayah dalam pekerjaan sepak bolanya, dan emosi tersebut rupanya berbalas. Ketika Real Madrid datang dengan tawaran rekor bumi saat itu untuk memboyong CR7 ke Santiago Bernabeu, Ferguson sebenarnya sudah memprediksi bahwa dia tidak bakal bisa menahan bintang Portugal itu selamanya di Manchester.
Meski sudah bersiap secara mental, momen saat Ronaldo datang menemuinya untuk berpamitan tetap terasa sangat menyesakkan. Ferguson mengakui bahwa dia merasa sangat emosional saat itu.
Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo
"Saya sangat bersimpati. Saya nyaris menangis ketika dia datang menemui saya (soal kepindahan ke Madrid)," ungkap Ferguson, mengutip dari Give Me Sport, Jumat (1/5/2026).
Baginya, Ronaldo adalah anak nan baik, tidak pernah membikin masalah, dan kepergiannya demi tantangan baru tetap dia hormati sepenuhnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·