Kisah Nasabah Temukan Peluang Kembangkan Usaha Berkat Pelatihan PNM Mekaar

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Nasabah asal Cimanggis, Depok, Mardiana sukses menemukan kesempatan upaya Beras Merah Sosoh “Cak Har” berkah mengikuti training PNM Mekaar. Foto: Dok. PNM

Di perspektif Cimanggis, Depok, kisah Mardiana bukan sekadar tentang berdagang beras. Ini adalah cerita tentang gimana pengetahuan bisa mengubah arah hidup, tentang seorang wanita nan tak hanya bekerja keras, tetapi juga terus belajar hingga menemukan langkah baru untuk berkembang.

Langkah awalnya sangatlah sederhana. Berangkat dari dapur rumah, dia menjalankan upaya beras merah seperti kebanyakan pengusaha ultra mikro lainnya. Namun titik kembali itu datang bukan hanya dari tambahan modal, melainkan dari ruang-ruang belajar nan dia temui berbareng PNM Mekaar.

Bagi Mardiana, setiap training bukan sekadar formalitas. Dari training digital marketing, pemasaran, hingga pengelolaan media sosial, dia seperti menemukan sinar baru untuk membuka kesempatan nan sebelumnya tak terpikirkan. Ide demi buahpikiran mulai bermunculan, dari langkah memasarkan produk, memperluas jaringan, hingga mengolah beras merah menjadi produk siap saji nan lebih bernilai.

“Dari pelatihan, saya jadi tahu rupanya jualan itu bukan hanya soal barang, tapi langkah kita menawarkan dan mengemasnya,” ungkap Mardiana.

Bekal itulah nan membikin langkahnya berbeda. Ia tak lagi sekadar menunggu pembeli, tetapi aktif menjemput pasar. Ia datang di beragam bazar, dari lingkungan sekitar, aktivitas kecamatan dan kelurahan, hingga merambah kampus-kampus di Depok dan Jakarta. Setiap kesempatan dia jadikan ruang uji coba untuk mengasah strategi nan dia pelajari, sekaligus membaca kebutuhan pasar.

Dari sana, lahir penemuan sederhana namun berakibat besar. Beras Merah Sosoh “Cak Har” diolah menjadi nasi liwet beras merah komplit dengan lauk. Produk ini bukan hanya menjawab kebutuhan praktis, tetapi juga menciptakan pengalaman baru bagi konsumen. Keputusan mini nan lahir dari training itu justru menjadi pintu besar.

Kini, Mardiana dipercaya sebagai penanggung jawab kantin di Kantor Kecamatan Cimanggis. Peran ini bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga tentang gimana dia ikut membantu memasarkan produk pejuang upaya lainnya. Ia tumbuh, sekaligus membujuk nan lain untuk naik bersama.

Nasi liwet buatannya sekarang menjadi favorit para pekerja di lingkungan kecamatan. Bahkan rutin datang dalam beragam aktivitas bulanan. Dari satu dapur sederhana, dia sekarang melayani pengguna harian hingga bulanan, dengan sistem antar nan membikin hubungan dengan pengguna terasa lebih dekat dan personal.

Semua itu tak lepas dari kombinasi antara pengetahuan dan permodalan. Dari pinjaman awal Rp 2 juta, sekarang berkembang menjadi Rp 7 juta. Namun bagi Mardiana, nilai terbesar bukan pada angkanya, melainkan pada kepercayaan dan wawasan nan dia dapatkan untuk terus berkembang.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa training menjadi bagian krusial dalam mendorong kemandirian nasabah.

“Nasabah PNM Mekaar mempunyai potensi nan luar biasa, kapabilitas upaya mereka perlu ditingkatkan melalui training dan pendampingan. Dari sana, pengguna bisa menemukan ide-ide baru, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas pasar. Inilah nan kami sorong agar mereka betul-betul naik kelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika wanita diberikan akses pengetahuan, dampaknya tidak berakhir pada individu, tetapi meluas ke family hingga lingkungan sekitar.

Dalam setiap langkahnya, Mardiana seperti menghidupkan kembali semangat Kartini. Bbukan sekadar tentang emansipasi, tetapi tentang keberanian untuk belajar dan beradaptasi. Ia membuktikan bahwa kemandirian tidak selalu dimulai dari sesuatu nan besar, tetapi dari kemauan untuk terus berkembang.

Di Cimanggis, dari training sederhana hingga dapur nan terus mengepul, lahir seorang wanita nan tidak hanya berjualan, tetapi juga berpikir, berinovasi, dan menginspirasi. Kartini masa kini, nan menemukan jalannya melalui keberanian untuk mencoba.

#PNMuntukUMKM

#PNMPemberdayaanUMKM

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan