Kisah Keluarga di Kudus Hidup dari Tumpukan Sampah demi Anak Bisa Sekolah

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Supriyadi (51) dan istrinya istrinya Siti Aisyah (49) menata sampah hasil dari memulung. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
Supriyadi (51) dan istrinya istrinya Siti Aisyah (49) menata sampah hasil dari memulung. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

"Kalau sampah plastik saya jual ke pabrik plastik di Kabupaten Pati. Sedangkan kardus dan botol air mineral saya jual ke pengepul di Kabupaten Kudus," terangnya.

Supriyadi (51) dan istrinya istrinya Siti Aisyah (49) menata sampah hasil dari memulung. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Kena Pecahan Kaca

Supriyadi (51) dan istrinya istrinya Siti Aisyah (49) menata sampah hasil dari memulung. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Tak Punya Ponsel, Utamakan Beras

Jika penghasilan sedang minim, dia membeli ikan dan sayuran nan sudah layu lantaran harganya lebih terjangkau.

Ingin Punya Sepeda

"Ingin terus menyekolahkan anak. Anak saya mau membeli baju dan punya sepeda. Sampai sekarang belum bisa beli lantaran tetap menunggu rezeki," ujar Siti.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan