Ketua MPR RI Ahmad Muzani secara resmi membuka Piala Ketua MPR RI Kontes Sapi APPSI (Asosiasi Peternak Penggemuk Sapi Indonesia) nan digelar di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (25/4).
Dalam sambutannya, Muzani menegaskan bahwa kesejahteraan peternak sapi merupakan salah satu parameter utama pertumbuhan ekonomi nasional dan ketahanan pangan Indonesia.
“Kontes ini adalah langkah kami memberi antusiasme dan semangat bagi para peternak. Jika pendapatan peternak bagus dan mereka sumringah, insyaallah Indonesia makmur. Ini tandanya ekonomi bergerak dan daya beli masyarakat tumbuh baik,” ujar Muzani.
Penyelenggaraan kontes nan berdekatan dengan momentum Idul Adha ini disebut Muzani sebagai “jackpot” bagi para peternak. Selain menjadi arena kompetisi, aktivitas ini juga menjadi ruang edukasi bagi para peternak untuk berbagi teknik penggemukan, peningkatan berat harian, hingga mitigasi penyakit ternak seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), LSD, hingga penyakit gondok.
Muzani secara unik menyoroti potensi besar Kabupaten Wonosobo sebagai pusat peternakan, terutama sapi perah. Mengingat produksi susu nasional saat ini baru memenuhi sekitar 23–25% dari total kebutuhan, terdapat kesempatan pasar sebesar 75% nan kudu diisi oleh produk lokal.
Apa lagi dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebutuhan bakal susu segar dan sayur-mayur berbobot bakal meningkat drastis. Muzani mencatat bahwa program ini telah memberikan akibat nyata bagi petani sayur di Wonosobo, di mana permintaan pasar sekarang meningkat apalagi sebelum masa panen tiba.
“Kami berambisi Wonosobo dengan suasana nan sejuk bisa menjadi sentra pemenuhan gizi nasional, khususnya susu segar. MBG adalah berkah bagi petani sayur, telur, dan daging. Kita mau seluruh rakyat Indonesia sehat dan terpenuhi syarat gizinya,” tambahnya.
Dalam aktivitas tersebut, support pemerintah terhadap sektor peternakan terlihat melalui kehadiran perwakilan Kementerian Pertanian. Sebagai corak apresiasi, Kementerian Pertanian menghadiahi lima ekor sapi dengan berat masing-masing di atas satu ton kepada para peternak. Selain itu, panitia juga menyediakan bingkisan umrah bagi lima peserta nan beruntung.
Menutup sambutannya, Muzani juga mengapresiasi kebijakan pemerintah nan berpihak pada rakyat, seperti penurunan Ongkos Naik Haji (ONH) selama dua tahun berturut-turut serta pemberian potongan nilai pupuk hingga 20% di tengah situasi dunia nan sulit.
“Meskipun kondisi bumi sedang tidak menentu akibat bentrok global, pemerintah tetap berkomitmen menjaga agar nilai pupuk tetap terjangkau bagi petani. Mari kita jaga persatuan dan kerukunan agar pembangunan ini terus berlanjut,” pungkasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·