Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) menargetkan Tol Gilimanuk-Mengwi bisa beraksi pada 2031. Rencananya, proses lelang bakal dilakukan pada 2027 setelah proses penyusunan kreasi dirampungkan.
“Proses pengadaan badan upaya ini diharapkan dapat mulai pada 2027 dan ini direncanakan jalan tol tersebut bakal mulai beraksi pada tahun 2031,” kata Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, dalam rapat kerja Kementerian PU dan Kemenhub berbareng Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Rabu (8/4).
Diana menjelaskan saat ini proses penyusunan akibat lingkungan, akibat lampau lintas, rekomendasi kesesuaian aktivitas pemanfaatan ruang sampai penyusunan arsip perencanaan pengadaan tanah sedang dilakukan.
Nantinya, pembangunan memang direncanakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Untuk tahap pertama, lelang bakal dilakukan untuk Seksi 2 dan Seksi 3 ialah Pekutatan-Soka-Mengwi sepanjang 35,52 km.
Dengan skema itu, kebutuhan investasi tahap pertama nan diperlukan adalah Rp 12,7 triliun dengan rincian biaya bangunan sebesar Rp 8,52 triliun dan biaya support bangunan sebesar Rp 4,59 triliun.
Secara keseluruhan, tol tersebut bakal membentang sepanjang 96,84 km. Dengan begitu, waktu tempuh dari Gilimanuk ke Mengwi juga bakal terpangkas setengahnya.
“Dari sisi manfaat, jalan tol ini tentunya dirancang untuk memangkas waktu tempuh, nan signifikan perjalanan dari Gilimanuk ke Mengwi nan semula sekitar 6 jam, ini dapat ditekan menjadi 3 jam,” ujar Diana.
Dalam kesempatan nan sama, Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengatakan keberadaan tol tersebut merupakan salah satu prasarana nan saat ini ditunggu oleh masyarakat Bali.
“Jadi kami ditunggu-tunggu oleh masyarakat soal jalan tol ini nan sudah lama direncanakan, namun sampai sekarang belum ada perkembangan nan berfaedah buat kami, sehingga kami jadi malu dengan masyarakat,” kata Koster.
Untuk itu, Koster juga berambisi agar proyek tol tersebut dapat menemui titik kejelasan mengenai kelanjutan pembangunannya.
“Kami tanya terus, sementara lahannya sudah dipenlok, sehingga masyarakat tidak bisa memanfaatkan lahan nan sudah diterapkan menjadi trase jalan tol. Kami minta kepastian mengenai kelanjutan rencana pembangunan jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini,” tutur Koster.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·