Kemenbud-BPS Sinergikan Sensus Ekonomi, Perkuat Basis Data Kebudayaan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kebudayaan dan Badan Pusat Statistik (BPS) bakal bersinergi mengenai Sensus Ekonomi 2026.

Kementerian Kebudayaan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung penyelenggaraan Sensus Ekonomi melalui sosialisasi, penyebarluasan informasi, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku budaya.

Dalam keterangan tertulisnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan support tersebut diharapkan dapat memperkuat pedoman info kebudayaan nasional sekaligus menjadi landasan dalam pengembangan kebijakan berbasis info ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kolaborasi ini juga diharapkan bisa mendorong kebudayaan sebagai engine of growth nan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Fadli Zon apresiasi support BPS dalam memperkuat pedoman info kebudayaan nasional. Ia menegaskan bahwa sejak Kementerian Kebudayaan berdiri, konsentrasi pemajuan kebudayaan diarahkan secara komprehensif pada sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan, tidak terbatas pada seni semata.

"Budaya seringkali dikorelasikan dengan seni, padahal cakupannya jauh lebih luas. Indonesia mempunyai keragaman luar biasa nan dapat disebut megadiversity, nan tercermin dalam beragam ekspresi budaya," kata Fadli, Selasa (7/4).

Pemajuan kebudayaan menurut Fadli dilakukan secara komprehensif melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, dan diplomasi budaya.

Ia menekankan pentingnya penguatan pedoman info untuk mendukung kebijakan nan tepat sasaran, khususnya dalam mengukur kontribusi sektor kebudayaan terhadap ekonomi nasional.

"Kami berambisi melalui Sensus Ekonomi, kita dapat memperoleh gambaran nan lebih utuh mengenai kontribusi ekonomi budaya. Dengan info nan tepat, kebijakan nan dihasilkan juga bakal lebih tepat," ujarnya.

Sementara itu Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan info statistik mempunyai potensi besar dalam mendukung perumusan kebijakan kebudayaan nan lebih terukur.

"Potensi dari Sensus Ekonomi bisa dimanfaatkan oleh Kementerian Kebudayaan," katanya.

Menurut Amalia partisipasi masyarakat dalam aktivitas budaya menunjukkan dinamika nan menarik. Berdasarkan info BPS, sebanyak 47,56 persen masyarakat usia 5 tahun ke atas menonton pagelaran alias pameran secara langsung.

Jenis pagelaran seni musik/suara menjadi jenis seni nan paling banyak diminati untuk ditonton baik secara langsung maupun tidak langsung dengan persentase 52,55 persen.

Amalia juga menyoroti aspek tradisi lisan. Pengetahuan terhadap dongeng dan cerita rakyat lebih tinggi di wilayah perkotaan dibandingkan pedesaan.

Sementara dalam konteks pariwisata, wisata budaya juga belum menjadi tujuan utama masyarakat, dengan tingkat kunjungan sekitar 13,19 persen dari total kunjungan wisata komersial, tetap di bawah wisata alam nan mendominasi.

(tim/sur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional