Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |10:17 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan/ist
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau guna menekan akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Langkah ini merespons kecenderungan cuaca kering nan berpotensi meningkatkan titik panas di wilayah tersebut.
Operasi ini berjalan selama sembilan hari, terhitung sejak 14 hingga 22 April 2026. Seluruh aktivitas teknis berpusat di Pos Komando (Posko) OMC Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pentingnya langkah proaktif dalam mitigasi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui intervensi berbasis sains.
Fokus saat ini adalah mengoptimalkan fase peralihan musim untuk membasahi lahan dan memastikan kesiapan persediaan air sebagai tembok pertahanan sebelum puncak musim tandus tiba.
“Pelaksanaan OMC ini adalah momentum strategis. Berdasarkan info klimatologi, menyemai awan di masa transisi jauh lebih efektif. Kami berupaya menjaga kelembapan lahan di wilayah-wilayah rawan agar potensi titik panas dapat ditekan secara signifikan,” kata Faisal, Selasa (21/4/2026).
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menambahkan, bahwa penyelenggaraan OMC pada masa peralihan musim merupakan langkah krusial. Musababnya, OMC di masa perlaihan musim dapat memaksimalkan kesiapan awan.
“Jika OMC baru dilakukan saat musim kemarau, keberadaan awan bakal susah ditemukan sehingga efektivitasnya menurun. Memanfaatkan masa peralihan untuk pembasahan lahan gambut adalah pendekatan nan sangat strategis untuk mengendalikan karhutla secara permanen,” kata Budi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·