Kebakaran Berulang di 5 Kelurahan Jakarta, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Faktor ketiga, aktivitas industri rumah tangga dan pergudangan. BPBD DKI Jakarta merinci bahwa wilayah Cengkareng Timur, Pegadungan, dan Pulogebang mempunyai banyak area campuran antara hunian, industri mini (konveksi, bengkel), dan gudang.

Tidak hanya itu, juga ditemukan penyimpanan bahan Kimia alias material nan mudah terbakar, seperti stok kain, plastik, alias bahan kimia tanpa sistem perlindungan kebakaran nan memadai. Bahan-bahan ini meningkatkan akibat api skala besar.

Kemudian, kelalaian operasional semisal Aktivitas pengelasan alias penggunaan kompor industri nan kurang/tidak diawasi juga berpengaruh besar.

“Faktor keempat tantangan geografis dan infrastruktur. Meskipun bukan penyebab langsung ‘api’, aspek ini menyebabkan gelombang laporan tetap tinggi lantaran api mini susah dipadamkan secara mandiri,” kata Yohan.

Dia merinci tantangan geografis dan prasarana nan dimaksud berupa akses jalan nan sempit hingga keterbatasan sumber air. “Di beberapa area padat, akses ke hidran berdikari alias sumber air alami seringkali tertutup oleh gedung liar,” ujar Yohan.

Terakhir, aspek manusia alias human error meliputi kelalaian penggunaan kompor, serta pembakaran sampah juga kerap menjadi penyebab terjadinya kebakaran di lima wilayah tersebut.

Oleh karena itu, secara berkala BPBD DKI Jakarta melakukan langkah mitigasi nan secara umum dilakukan terhadap wilayah-wilayah tersebut.

“Pihak BPBD dan Dinas Gulkarmat biasanya memprioritaskan wilayah-wilayah ini untuk program Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dan pemasangan Lampu Otomatis Pemutus Arus (LOVA) guna menekan nomor kebakaran akibat korsleting listrik,” tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita