Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta perlintasan kereta api tidak dikuasai ormas dan preman. Ia memerintahkan Pemerintah Kota Bekasi untuk menindak.
"Tidak boleh lagi ada ormas alias premanisme nan menguasai aset-aset umum untuk kepentingan pribadi,” kata KDM—sapaan berkawan Dedi Mulyadi saat mengunjungi korban kecelakaan maut kereta di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4).
Menurut KDM, solusi terbaik nan bisa dilakukan adalah membangun flyover di letak penyeberangan kereta.
“Kalau flyover dibangun, persoalan ini selesai. Tapi sebelum itu, pengamanan kudu dipasang sekarang juga,” ujarnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengunjungi korban kecelakaan maut kereta di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4). Dalam kesempatan itu, Dedi memastikan kekurangan biaya pengobatan para korban bakal dibantu.
Dirut KAI Imbau Ormas Tak Buat Perlintasan Liar
Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bakal menutup perlintasan kereta api sebidang nan tidak memenuhi standar keselamatan, termasuk nan dibuat oleh organisasi masyarakat (ormas).
“Ormas seperti nan saya sampaikan tadi, selama itu tidak memenuhi syarat-syarat untuk menjamin keselamatan, maka kami kudu menutup,” ujar Bobby, saat konvensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Bobby menegaskan, tidak menutup kemungkinan menempuh jalur norma demi menjamin keselamatan perjalanan kereta dan masyarakat. “Apakah menutup itu dengan jalur hukum, maka kami bakal tutup,” tegasnya.
Saat ini, KAI berbareng Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, tengah melakukan penertiban ketat terhadap perlintasan sebidang nan tidak sesuai aturan.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·