Terkait info mengenai adanya korban sipil dalam bentrok nan terjadi, Suartika mengatakan bahwa hingga saat ini tetap dilakukan pendalaman oleh Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri berbareng tim dari Polda Papua Tengah.
“Kami tetap melakukan penyelidikan dan pendalaman mengenai info korban nan beredar,” jelas dia.
Polda Papua Tengah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh info nan belum terverifikasi, serta mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Dukungan masyarakat sangat krusial agar situasi kamtibmas di Kabupaten Dogiyai tetap kondusif dan kondusif,” ujar Suartika.
Sebelumnya, kondisi keamanan di Kabupaten Dogiyai dilaporkan sempat memanas sejak 31 Maret 2026. Situasi tersebut dipicu oleh meninggalnya seorang personil Polres Dogiyai berinisial JE (24) di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal bumi dengan luka akibat barang tajam di bagian leher hingga kepala belakang, serta luka pada jari tangan kanan. Peristiwa tersebut diduga menjadi pemicu meluasnya bentrok antara masyarakat dan abdi negara kepolisian di wilayah itu.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·