Kanye West Digugat karena Lakukan Pemukulan Terhadap Pria di Hotel

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Kanye West. Foto: AFP/Jewel SAMAD

Kanye West kembali jadi sorotan, guys. Rapper nan sekarang dikenal dengan nama Ye itu dituding melakukan penyerangan bentuk berupa pemukulan terhadap seorang laki-laki di Chateau Marmont, hotel legendaris di West Hollywood.

Berdasarkan arsip gugatan nan diperoleh People, kejadian itu terjadi pada 16 April 2024 sekitar pukul 23.00. Kanye West disebut mendatangi seorang laki-laki nan sedang duduk di area taman hotel.

“Tanpa peringatan, (Ye) meninju wajahnya,” demikian isi gugatan nan diajukan pada 13 Maret lalu.

Kampanye perdana Kanye West. Foto: Randall Hill/Reuters

Kanye West Dituduh Melakukan Penganiayaan dan Menimbulkan Tekanan Emosional

Ye dituduh melakukan penganiayaan dan dengan sengaja menimbulkan tekanan emosional. Nah, laki-laki nan diidentifikasi sebagai John Doe mengaku dipukul sampai jatuh hingga kepalanya terbentur dan kehilangan kesadaran.

Pria tersebut menegaskan bahwa dirinya enggak melakukan apa pun nan memicu Ye melakukan pemukulan terhadapnya. Namun, beberapa hari setelah kejadian, dia dituduh Ye melakukan tindakan tidak layak terhadap seorang wanita di rombongannya.

Dalam gugatan juga disebutkan, berasas bukti rekaman video di letak kejadian, menunjukkan bahwa John Doe enggak melakukan tindakan seperti nan dituduhkan Ye terhadapnya.

Kuasa norma John Doe, Robert Shapiro, mengatakan argumen menggunakan identitas anonim demi menjaga privasi kliennya.

“Serta memandang apakah masalah ini bisa diselesaikan secara tertutup melalui mediasi,” kata Shapiro.

Meski begitu, perwakilan Ye belum memberikan komentar mengenai tuduhan penyerangan terhadap John Doe.

Kanye West Foto: Getty Images

Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi nan melibatkan Ye. Pada Maret lalu, Ye dinyatakan bersalah dalam kasus bayaran nan belum dibayar dan pemecatan secara tidak sah mengenai proyek rumah mewahnya di Malibu.

Mantan manajer proyek tersebut, Tony Saxon, mengeklaim dirinya enggak dibayar, mengalami cedera serius, dan dipecat secara tidak sah.

Awalnya, Saxon menuntut tukar rugi sebesar 1,7 juta dolar AS. Namun juri hanya mengabulkan 140 ribu dolar AS tanpa tambahan tukar rugi.

Ye enggak tinggal diam. Ia telah mengusulkan upaya norma untuk membatalkan putusan tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan