Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kota Yogyakarta segera membentuk tim untuk mendampingi secara psikologis anak-anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, tempat penitipan anak nan digerebek abdi negara kepolisian, beberapa waktu lalu.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan pada prinsipnya orang tua korban minta perlindungan untuk anaknya, termasuk pendampingan psikologis anak-anak lantaran telah mengalami kekerasan dan penelantaran di daycare.
"Karena anak-anak nan sekarang ini dirasakan ada beberapa anak dengan tanda-tanda nan kurang sehat secara psikologis, sehingga kami sudah obrolan dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), dengan dinas segera setelah ini langsung rapat untuk membentuk tim pendampingan," kata Hasto setelah menerima audiensi para orang tua korban di Yogyakarta, Minggu (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, tim pendampingan psikologis nan dibentuk tersebut bakal melibatkan beragam mahir nan dibutuhkan, seperti mahir ilmu jiwa anak, mahir tumbuh kembang anak, mahir gizi untuk asupan anak, termasuk mahir pengasuhan.
Terlebih, kata dia, apa nan didengar dari perwakilan orang tua korban, mereka mengeluhkan perlakuan kepada anak anak mereka selama diasuh di tempat penitipan anak tersebut nan membikin orang tua menjadi sedih.
"Sudah kami catat perlakuan-perlakuan nan diindikasikan dilakukan kepada anak-anak mereka. Mereka berduka kami juga ikut sangat bersedih, lantaran apa nan dia ceritakan membikin kita sebagai orang tua itu bisa membayangkan seperti apa anak nan tidak bisa protes, dan anak nan belum punya 'bergaining position' seperti apa tapi ada perlakuan itu," katanya.
Ia mengatakan dari audiensi, orang tua juga mengalami gangguan lantaran stres dengan kondisi nan mengejutkan tersebut, sehingga orang tua menangis dan menginginkan pendampingan secara ilmu jiwa kepada orang tuanya.
"Sehingga kita pun juga bersama-sama menyiapkan pendampingan, dan kita punya psikolog-psikolog nan ada di psikolog klinis di puskesmas jumlahnya ada 18 psikolog juga kita siapkan," katanya.
Ia mengatakan apa nan sudah dilakukan abdi negara kepolisian untuk bertindak sigap dengan menggerebek daycare pada Jumat (24/4) dan melakukan pemeriksaan maraton kepada pengelola, sangat diapresiasi, dan berambisi proses norma terus berjalan.
"Saya kira Pak Kapolres sudah bertindak dengan sangat imajinatif dan cepat, kami mengapresiasi. Kemudian mengenai dengan orang tua nan datang di sini kami juga tetap bakal menghadirkan lagi besok lain-lainnya nan mau datang nan mau menyampaikan keluhan," katanya.
(antara/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·