Jenazah Kopral Rico Dijadwalkan Tiba di Kampung Halaman Serdang Bedagai 28 April

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Upacara penghormatan kepada Kopral Rico Pramudia di Beirut, Lebanon, Minggu (26/4/2026). Foto: UNIFIL

Jenazah prajurit TNI personil UNIFIL nan gugur dalam misi perdamaian di Lebanon, Kopral Rico Pramudia (31), dijadwalkan tiba di kediamannya di Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (28/4) sore.

"Kemungkinan hari Selasa sore katanya mau datang. Kemungkinan ada upacara juga kelak hari Rabu di sini," kata Kepala Dusun 7 Dolok Manampang, Hendri Sudani, kepada wartawan.

Keluarga dibantu Babinsa telah melakukan sejumlah persiapan, mulai dari pemasangan tenda hingga penataan kursi.

Kopral Rico Pramudia, prajurit TNI UNIFIL nan luka terkena ledakan di Lebanon gugur setelah dirawat di RS Beirut. Foto: X/ @UNIFIL_

"Kalau persiapan di sini nan kami lakukan dibantu oleh Bapak Babinsa di Kecamatan Dolok Masihul ialah pemasangan tenda, persiapan bangku, serta pembersihan area rumah duka agar lebih steril," jelasnya.

Sosok Kopral Rico

Menurut Hendri, Rico adalah sosok nan ramah. Ia kerap berbaur dengan penduduk lain, apalagi aktif dalam klub sepak bola.

"Kalau Rico ini anaknya baik, ramah, sopan, juga termasuk bertanggung jawab. Kalau sama family juga bertanggung jawab. Di sini ada klub sepak bola Rajawali FC, almarhum juga merupakan pemain sepak bola di sana," ucap Hendri.

Upacara Penghormatan

Kopral Rico gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan proyektil artileri di wilayah Adhcit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Beirut sebelum dinyatakan meninggal bumi pada Jumat (24/4).

Kontingen UNIFIL menggelar upacara penghormatan untuk mengenang gugurnya Kopral Rico di Beirut, Lebanon. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan UNIFIL, Mayjen Diodato Abagnara.

Dalam upacara tersebut, Abagnara memberikan penghormatan mendalam atas pengabdian Rico sebagai pasukan perdamaian. Ia menegaskan bahwa Rico telah memberikan segalanya dalam menjalankan misi di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kamu datang ke sini, jauh dari rumah, mengabdi di bawah bendera PBB, untuk membawa perdamaian di area ini. Di sini, di Lebanon selatan, Anda telah memberikan segalanya,” ujar Abagnara, dikutip dari situs resmi UNIFIL, Minggu (26/4).

Ia juga menegaskan, semangat dan pengorbanan Rico bakal terus hidup dalam setiap langkah pasukan perdamaian UNIFIL ke depan.

Pihak UNIFIL menyampaikan duka mendalam atas wafatnya prajurit TNI tersebut. Dalam keterangan resminya, UNIFIL juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, TNI, pemerintah, serta seluruh rakyat Indonesia.

"UNIFIL menyampaikan duka nan mendalam kepada family dan rekan-rekan Kopral Pramudia, juga kepada TNI, pemerintah, serta segenap rakyat Indonesia atas kehilangan nan tragis ini," tulis UNIFIL.

Rico diketahui meninggalkan seorang istri dan anak laki-laki nan tetap kecil. Ia baru bekerja di Lebanon sejak April tahun lalu, nan merupakan penugasan luar negeri pertamanya.

Upacara penghormatan tersebut turut dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional dan Angkatan Bersenjata Lebanon Brigjen Maroun Azzi, serta perwakilan kontingen Indonesia untuk UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.

Kepergian Rico menambah daftar prajurit Indonesia nan gugur dalam misi UNIFIL di tengah meningkatnya eskalasi bentrok antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Sebelumnya, tiga prajurit TNI juga gugur dalam penugasan tersebut, ialah Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan