Harga minyak bumi dinilai tak bisa langsung turun alias kembali ke posisi semula alias sebelum perang meski Selat Hormuz dibuka. Untuk kembali posisi ke nilai semula, diperkirakan dibutuhkan waktu hingga 6 bulan usai selat tersebut dibuka.
Sebelumnya Iran sempat membuka penuh Selat Hormuz setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Namun militer Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4).
“Harga minyak bisa turun tapi tidak langsung ke nilai semula. Karena ditutupnya selat Hormuz, bumi kekurangan supply sampai terjadi equilibrium supply and demand nilai mungkin bisa seperti sebelum perang kemarin,” kata pengamat daya Tumbur Parlindungan kepada kumparan, Minggu (19/4).
“Waktu nan dibutuhkan (untuk kembali ke nilai semula) bisa Sampai 6 bulan alias lebih sigap tergantung dari kebutuhan dunia,” lanjutnya.
Sementara mengenai potensi penurunan nilai BBM di beragam bagian dunia, Tumbur juga menjelaskan nantinya perihal itu bakal mengikuti perubahan nilai minyak bumi secara cepat. Jika nilai BBM dunia sudah turun, inflasi di negara mengenai nantinya juga bisa ditekan.
Di negara seperti Kanada dan AS, perubahan nilai minyak bumi biasanya langsung diimplementasikan, biasanya dalam hitungan hari sudah ada perubahan.
"Dampak dari mahalnya nilai BBM sangat berpengaruh sekali dengan inflasi di negara tersebut dan setiap negara berupaya menekan inflasi sehingga kembang bank bisa mengikuti turun,” ujarnya.
Selaras, pengamat daya Bisman Bachtiar juga menilai nilai minyak bumi tak bakal serta merta turun jika Selat Hormuz dibuka. Hal ini lantaran pasar tetap bakal melakukan pencermatan terhadap situasi.
“Belum bisa turun jika ke nilai posisi awal, jadi memang pembukaan Selat Hormuz ini bakal langsung menurunkan tekanan akibat di pasar minyak dunia. Tapi nilai biasanya enggak bisa langsung kembali ke posisi sebelum bentrok lantaran pelaku pasar tetap menunggu stabilitas berlanjut,” kata Bisman.
Jika memang pembukaan Selat Hormuz tak mengalami gangguan seperti penutupan kembali dalam waktu cepat, normalisasi nilai tetap memerlukan waktu. Ia memperkirakan perihal itu bisa menyantap waktu dua pekan sampai dua bulan. Sedangkan untuk akibat turunnya nilai minyak ke penurunan nilai BBM secara global, perihal itu juga memerlukan jangka waktu sejak turunnya nilai minyak dunia.
“Penurunan nilai BBM perlu waktu dan nggak bisa secepat nilai minyak mentah lantaran ada jarak proses kilang, pengedaran dan kebijakan masing-masing negara. Biasanya butuh sekitar sebulan apalagi bisa lebih untuk nilai BBM bisa turun,” ujarnya.
Harga minyak bumi sempat turun hingga 9 persen saat Iran sempat membuka Selat Hormuz meski ditutup lagi tak lama kemudian, Minggu (19/4). Harga minyak mentah Brent berjangka turun USD 9,01 alias 9,07 persen menjadi USD 90,38 per barel. Sedangkan nilai minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka turun USD 10,48, alias 11,45 persen menjadi USD 83,85 per barel.
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·