Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas Guguran Pagi Ini

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Awan panas guguran nan terjadi di Gunung Merapi pada Minggu (12/4/2026) pukul 08.21 WIB. Foto: Dok. BPPTKG

Gunung Merapi nan berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan tiga kali awan panas guguran pada pagi hari ini, Minggu (12/4).

Data nan dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut awan panas guguran pertama hari ini terjadi pada pukul 05.45 WIB, dengan jarak luncur sejauh 1.500 meter.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Minggu, 12/04/2026 pukul 05:45 WIB, perkiraan jarak luncur 1.500 meter dengan amplitudo maks 47,9 mm lama 166,4 detik mengarah ke hulu Kali Boyong," jelas pernyataan resmi BPPTKG.

Awan panas guguran kedua terjadi pada pukul 07.41 WIB. Kali ini, jarak luncurnya 1.400 meter dengan amplitudo maksimal 18,2 mm, lama 132,1 detik, mengarah ke hulu Kali Boyong.

Lalu, nan ketiga terjadi pada pukul 08.21 WIB. Kali ini jarak luncurnya lebih jauh.

"Pukul 08:21 WIB, perkiraan jarak luncur 2.000 meter dengan amplitudo maks 26,7 mm lama 154,4 detik mengarah ke hulu Kali Boyong," katanya.

Awan panas guguran nan terjadi di Gunung Merapi pada Minggu (12/4/2026) pukul 07.41 WIB. Foto: Dok. BPPTKG

2 Awan Panas Guguran Kemarin Malam

Semalam, Gunung Merapi juga mengeluarkan dua kali awan panas guguran nan tercatat dalam Laporan Aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan Sabtu, 11 Maret pukul 18.00–24.00 WIB.

"(Semalam) teramati dua kali awan panas guguran ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter," katanya.

Selain itu, teramati pula 14 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Sampai saat ini, status Gunung Merapi tidak berubah, ialah level III alias siaga.

Potensi ancaman dari status ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, ialah Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Lalu, pada sektor tenggara, potensi ancaman meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

Apabila terjadi letusan eksplosif, maka lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan