Fundamental Kuat, Ringgit Malaysia Tembus Level 3,95 per Dolar AS

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Ilustrasi duit ringgit Foto: Shutterstock

Nilai tukar mata uang ringgit Malaysia berkesempatan menguji kembali level tertingginya sepanjang tahun ini terhadap dolar AS usai ditopang esensial ekonomi nan kuat, menurut para analis strategi.

Mengutip Bloomberg, ringgit sempat menguat setelah sebelumnya melemah 4 persen pada Maret 2026 akibat perang Iran nan menekan sentimen akibat global.

Kini, ringgit kembali berada di jalur untuk menguji level resistensi di 3,88 per dolar AS level nan dicapai tepat sebelum pecahnya konflik. Saat ini posisi ringgit berada di sekitar 3,95 per dolar AS.

Sejumlah lembaga seperti Loomis Sayles & Co. dan Deutsche Bank AG juga memandang potensi penguatan lanjutan.

Ringgit berkesempatan mencetak level tertinggi baru pada 2026, menurut Hassan Malik, Ahli Strategi Makro Global di Loomis Sayles, hubungan Natixis Investment Managers.

“Malaysia menawarkan kombinasi nan relatif langka berupa pertumbuhan nan tangguh, pengelolaan makroekonomi nan kredibel, jarak dari titik panas geopolitik utama, serta ekonomi nan terdiversifikasi dari sektor minyak hingga pusat data,” kata Malik, Senin (20/4).

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi di Malaysia. Foto: zairiazmal/Shutterstock

Penguatan ini didukung oleh ekspor nan kuat dan lonjakan investasi mengenai industri pusat info nan berkembang pesat di Malaysia. Negara tersebut sekarang muncul sebagai pusat utama info center di Asia Tenggara, menarik perusahaan seperti Oracle Corp., Amazon.com Inc., Alibaba Group Holding Ltd., hingga ByteDance Ltd.

Ekonomi Malaysia tumbuh lebih sigap dari perkiraan sebesar 5,5 persen pada kuartal pertama, setelah mencatat pertumbuhan 5,2 persen tahun lalu, laju tercepat sejak 2022 dengan ekspor sebagai pendorong utama.

Investor bakal mencermati info perdagangan nan dirilis pada Senin untuk memandang apakah bentrok AS-Iran mulai membebani salah satu penopang utama ringgit.

Fundamental siklikal Malaysia nan kuat menjelang konflik, statusnya sebagai eksportir daya bersih, serta keterkaitannya dengan siklus shopping modal teknologi dunia memberi kelebihan relatif bagi ringgit di kawasan, menurut Sameer Goel, Kepala Riset Pasar Negara Berkembang dan APAC di Deutsche Bank.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan