DPKP Kalsel Tingkatkan Pengendalian Hama Demi Stabilitas Produksi Padi

Sedang Trending 2 hari yang lalu

DPKP Kalsel perkuat pengendalian (benih)penyakit untuk jaga produksi padi.

, BANJARBARU, – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) memperkuat pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan menurunkan tim Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sejak fase tanam demi menjaga produksi padi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi serangan (benih)penyakit seperti tungro, wereng cokelat, dan wereng hijau nan dapat menurunkan hasil panen.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, pada Selasa di Banjarbaru mengatakan bahwa seluruh personel POPT telah dikerahkan melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) untuk melakukan pemantauan intensif di sentra produksi. Hal ini bermaksud memastikan respons sigap di lapangan guna menekan akibat serangan dan melindungi produktivitas petani.

Syamsir menegaskan bahwa pengendalian (benih)penyakit harus dilakukan secara terpadu dengan pendekatan preventif dan responsif, termasuk penggunaan bibit unggul tahan penyakit. Varietas unggul seperti Inpari 32 telah diuji coba dan mulai diterapkan untuk menekan potensi serangan (benih)penyakit dan menjaga produktivitas tetap optimal.

Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat

DPKP Kalsel juga mengakselerasi Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat untuk memastikan hasil produksi kondusif dari gangguan (benih)penyakit dan memenuhi standar legalitas serta daya saing. Program ini terintegrasi dengan kebijakan stabilisasi melalui aktivitas pangan murah, mendukung kesiapan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Konsistensi penguatan produksi melalui pengendalian (benih)penyakit dan intervensi teknologi pertanian berkontribusi pada capaian Kalimantan Selatan sebagai ranking pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional 2025 dengan skor 82. Pada 2026, pemerintah provinsi menargetkan mempertahankan capaian tersebut dengan memperkuat penemuan berbasis pengendalian akibat produksi.

Berdasarkan capaian 2025, Kalimantan Selatan bisa memproduksi padi sekitar 1,2 juta ton, menjadikannya satu-satunya provinsi di Kalimantan nan mengalami surplus produksi padi.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional