Jakarta, CNBC Indonesia - Di era internet dan teknologi nan serba cepat, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) alias BNI memperluas akses jasa finansial bagi masyarakat dengan menghadirkan agen46 hingga ke pelosok daerah.
Keberadaan jaringan laku pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor untuk Inklusi Keuangan) tersebut selaras dengan Asta Cita Pemerintah nan menekankan pemerataan ekonomi dan pembangunan berkeadilan melalui penguatan ekonomi dari desa.
Untuk itu, pengembangan agen46 menjadi injakan BNI untuk mendekatkan jasa perbankan formal, mulai dari transaksi dasar, transfer, hingga penarikan tunai agar mudah dijangkau masyarakat tanpa kudu mendatangi instansi bagian alias ATM. Langkah ini sejalan dengan poin keenam Asta Cita, ialah pembangunan dari desa diarahkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendorong aktivitas ekonomi lokal, termasuk kemudahan akses ke jasa keuangan. Asal tahu saja, kehadiran agen46 dirancang untuk memperluas inklusi dan literasi finansial sekaligus menggerakkan ekonomi setempat. Melalui agen46, BNI terus berupaya menghadirkan jasa perbankan nan lebih mudah dijangkau masyarakat, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Sebagai buktinya, agen46 berkontribusi signifikan terhadap inklusi finansial di Tanah Air. Hal ini tercermin dari jumlah agen46 nan telah mencapai lebih dari 217.000 di 35.000 desa alias meningkat 1,7% secara tahunan (YoY).
BNI telah mempunyai lebih dari 28.000 agen46 nan tersebar di wilayah 3T alias terdepan, terluar, dan tertinggal di Indonesia hingga akhir 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 9.700 agen46 berada di area 3T Indonesia bagian barat, kemudian sekitar 13.800 agen46 berada di Indonesia bagian tengah, serta sekitar 4.600 agen46 berada di Indonesia bagian timur. Lewat agen46, BNI memberikan jasa inklusif berupa pembukaan rekening online, pengiriman uang, penarikan dan penyetoran tunai, pembayaran pajak dan tagihan, subsidi pemerintah, referral pinjaman KUR.
Pada akhirnya, agen46 dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas UMKM. Termasuk, toko kelontong, nan terintegrasi dengan jasa finansial terpadu dari Agen46 meliputi peningkatan trafik pengguna dan pendapatan berbasis komisi untuk transaksi nan difasilitasi. Tak tanggung-tanggung, BNI juga turut memberdayakan agen46 dengan aplikasi nan canggih. Di antaranya adalah ramah pengguna, realtime sharing fee untuk agen, fitur tambahan lainnnya seperti promo dan informasi, pembukaan rekening online, penarikan tunai dan setoran, menghadirkan beragam jasa pembayaran tagihan, terhubung dengan blangko pinjaman digital BNI (KUR Micro). Berdasarkan laporan tahunan BNI, nominal transaksi di agen46 mencapai Rp 121,7 juta sepanjang 2025. Bila dirinci, transaksi tersebut didominasi oleh inquiry saldo 42%, penarikan tunai 27%, transaksi lainnya seperti top up e-wallet dan transfer antar bank 19%, transfer sesama BNI 7%, dan cash deposit 5%.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan mengatakan, sebagai bank milik negara, BNI memposisikan diri tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional.
Menurutnya, sinergi dalam beragam program prioritas pemerintah dijalankan dengan pendekatan nan prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan esensial ekonomi jangka panjang.
(dpu/dpu)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·